Pontianak (ANTARA) - Bank Indonesia Kalimantan Barat mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat pengendalian harga pangan menyusul meningkatnya tekanan inflasi di sejumlah kabupaten dan kota.

"Beberapa kabupaten dan kota hampir semuanya mengalami kenaikan inflasi yang cukup tinggi. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama agar inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Doni Septadijaya dalam Hight level Meeting di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Rabu.

Dia mengatakan sejumlah daerah mengalami kenaikan inflasi yang cukup tinggi, terutama akibat pergerakan harga komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Menurut dia, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, ayam, dan minyak goreng perlu mendapat perhatian karena memiliki andil cukup besar terhadap pembentukan inflasi daerah.

Doni mengatakan harga beras menjadi salah satu komoditas yang perlu diwaspadai karena tingkat konsumsi masyarakat Kalimantan Barat cukup tinggi. Selain itu, meningkatnya kebutuhan beras untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan tekanan terhadap permintaan komoditas tersebut.

Ia menilai pengendalian inflasi perlu dilakukan melalui berbagai strategi, termasuk menjaga pasokan, meningkatkan produksi pangan lokal, memperkuat distribusi, dan mendorong kerja sama antar daerah.

"Pengelolaan pasokan perlu diperkuat. Selain meningkatkan produksi, kerja sama antardaerah juga penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Barat Manto mengatakan peningkatan kebutuhan pangan juga dipengaruhi oleh pelaksanaan program MBG yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.

Menurut dia, kebutuhan beras untuk mendukung program tersebut tercatat sekitar 1.633 ton per bulan sehingga turut meningkatkan permintaan terhadap komoditas pangan tersebut.

Manto mengatakan berdasarkan pemantauan pada sejumlah gudang pangan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, kondisi stok beras masih relatif aman, meskipun terdapat sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai.

Ia menyebut stok kedelai berada dalam kondisi rentan, sedangkan bawang merah dan bawang putih masih dalam kondisi waspada karena ketersediaannya diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk beberapa komoditas secara umum relatif aman, tetapi bawang merah, bawang putih, dan sejumlah komoditas lainnya tetap perlu mendapat perhatian dari sisi ketersediaan dan pergerakan harga," katanya.

Manto menambahkan pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan pemantauan pasar secara rutin untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan, termasuk mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat meningkatkan tekanan inflasi di Kalimantan Barat.
‎



Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026