Pontianak (ANTARA) - Perum Bulog Kalbar memastikan stok beras di provinsi itu saat ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi, meski terjadi kenaikan harga pada beras premium.
"Stok beras Bulog Kalbar saat ini sekitar 34 ribu ton. Ditambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, posisi ini masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," kata Kepala Bulog Kalbar Rasiwan dalam Hight Level Meeting bersama TPID Kalbar di Kantor Bank Indonesia Kalbar, Kamis.
Dia mengatakan persediaan tersebut akan diperkuat pasokan beras yang masih dalam perjalanan menuju Kalbar sekitar 14.300 ton.
Rasiwan mengungkapkan kapasitas penyimpanan gudang Bulog Kalbar mencapai sekitar 47.500 ton sehingga masih tersedia ruang untuk menerima pasokan tambahan dari luar daerah apabila dibutuhkan.
Menurutnya, ketersediaan stok tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan Bulog menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk bantuan pangan serta intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Bulog Kalbar juga terus memperkuat penyaluran pangan melalui berbagai program pemerintah dengan dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pasokan menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
Selain beras, Rasiwan mengatakan pihaknya terus berupaya memperkuat ketersediaan minyak goreng "Minyak Kita". Saat ini realisasi pasokan masih sekitar 35 persen dari kuota yang diberikan.
Ia berharap peningkatan realisasi kuota pada semester kedua dapat memperkuat pasokan minyak goreng di Kalbar, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 14 kabupaten dan kota.
"Untuk minyak goreng, kami berharap kuota dapat ditingkatkan sehingga pasokan semakin kuat dan dapat membantu menjaga stabilitas harga di masyarakat," ujarnya.
Dia juga menyampaikan Bulog mendapatkan penugasan untuk menyerap sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk jagung, guna mendukung kebutuhan bahan baku bagi sektor peternakan dan menjaga stabilitas harga komoditas.
Untuk mendukung peternak ayam petelur, Bulog juga menyalurkan jagung sebagai bahan baku pakan. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga biaya produksi peternak sehingga harga telur di tingkat konsumen tetap terkendali.
Ia menambahkan Bulog Kalbar terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat cadangan pangan serta memastikan distribusi komoditas strategis berjalan lancar sepanjang semester kedua 2026.
"Kami berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang terus mendukung dan berkolaborasi. Sinergi ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Kalbar," katanya.
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.