Pontianak (ANTARA) - Pemkab Kubu Raya, Kalbar memperkuat strategi 4K untuk menjaga stabilitas inflasi dengan mengoptimalkan produksi pangan dan kolaborasi lintas sektor di tengah keterbatasan fiskal daerah.

"Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu daerah produsen pangan di Kalbar terus berkomitmen mendukung pengendalian inflasi melalui implementasi Strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), meskipun di tengah keterbatasan anggaran yang kami hadapi," kata Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto di Sungai Raya, Kamis.

Sukiryanto mengatakan komitmen tersebut juga sudah disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalbar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar.

Menurut dia, Kubu Raya sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kalbar memiliki peran strategis dalam mendukung pengendalian inflasi, terutama melalui penguatan produksi dan kelancaran distribusi komoditas pangan.

Ia menjelaskan strategi 4K mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif yang terus diperkuat melalui berbagai program pemerintah daerah.

Pada aspek ketersediaan pasokan, Pemkab Kubu Raya mendorong peningkatan produksi pertanian, hortikultura, perikanan, dan peternakan melalui gerakan menanam serta bantuan benih, bibit, pakan, sarana, dan prasarana kepada kelompok masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi lokal sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan mengandalkan potensi daerah.

Sementara untuk menjaga keterjangkauan harga, Pemkab Kubu Raya tetap melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar sebagai upaya mempertahankan daya beli masyarakat.

Sukiryanto mengatakan pelaksanaan program tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran perangkat daerah teknis, sehingga diperlukan penguatan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghambat dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, sehingga inovasi program serta sinergi antarpihak perlu terus diperkuat.

Ia berharap pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi menjadi gerakan bersama dengan melibatkan pelaku usaha, petani, nelayan, peternak, distributor, dan masyarakat.

"Melalui penguatan strategi 4K dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kubu Raya berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau," tuturnya.



Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026