Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Desa Medan Mas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), melindungi kawasan mangrove melalui Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2023, sekaligus mengembangkan ekowisata.

"Sebagai pemerintah desa yang diberi amanah masyarakat, kami bersama tokoh masyarakat dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) berupaya menjaga dan melindungi kawasan mangrove ini," kata Kepala Desa Medan Mas Wira Dharma di Batu Ampar, Selasa.

Wira Dharma mengatakan peraturan desa (perdes) tersebut menjadi payung hukum untuk menjaga kawasan mangrove dan habitatnya dari kerusakan maupun penebangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain perlindungan melalui regulasi, Pemerintah Desa Medan Mas juga menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare yang dihibahkan masyarakat untuk dikembangkan sebagai learning center atau pusat pembelajaran mangrove.

Kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bagi masyarakat Desa Medan Mas dan masyarakat luas yang ingin mengenal lebih jauh ekosistem mangrove serta pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Dalam pengembangan ekowisata, pemerintah desa merencanakan pembangunan tracking mangrove sepanjang sekitar 500 meter hingga satu kilometer. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses wisatawan untuk menikmati kawasan mangrove.

"Kalau kita punya tracking, mungkin kita bangun sekitar 500 meter sampai satu kilometer, sehingga kawasan mangrove yang bisa dijangkau wisatawan akan lebih luas," katanya.

Pemerintah desa juga berupaya membangun jembatan menggunakan dana desa untuk mempermudah akses transportasi menuju kawasan tersebut, terutama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Medan Mas.

Namun pengembangan ekowisata masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana serta jumlah kunjungan wisatawan. Saat ini pengunjung yang datang mayoritas masih berasal dari wilayah lokal.

"Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala. Selain itu karena lokasi kami cukup jauh, wisatawan yang datang masih terbatas dan mayoritas wisatawan lokal," katanya.

Karena itu Pemerintah Desa Medan Mas berharap dapat meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memperkuat pembangunan kawasan ekowisata, sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan perlindungan mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar keberadaan mangrove tetap terjaga.

"Ini bagian dari masa depan kita, termasuk untuk generasi dan anak cucu kita. Karena itu, kami terus mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga dan melindungi kawasan mangrove," kata Wira Dharma.



Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026