Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat sinergi dengan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) untuk mempercepat ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas penyuluh dan penerapan teknologi pertanian modern.
"Saya menyambut baik audiensi dari Perhiptani Kalbar. Penyuluh adalah ujung tombak kita di lapangan. Tanpa penyuluh, program pertanian tidak akan sampai ke petani," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menerima audiensi pengurus Perhiptani Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Jumat.
Dia mengatakan penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian karena menjadi penghubung utama antara program pemerintah dan petani di lapangan.
Ia menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas, kesejahteraan, dan penguatan status penyuluh agar mampu mendampingi petani dalam penerapan teknologi, hilirisasi hasil pertanian, serta menghadapi dampak perubahan iklim.
Menurut dia, penguatan peran penyuluh diharapkan membuat berbagai program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kalimantan Barat.
Di tempat yang sama, Ketua Perhiptani Kalbar Jainal Abidin mengatakan organisasi tersebut memiliki sekitar 1.080 penyuluh pertanian yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat serta siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pertanian.
"Kami memiliki 1.080 penyuluh yang ada di Kalbar, kami siap berkolaborasi," kata Jainal.
Ia mengungkapkan Perhiptani juga menyiapkan sejumlah program penguatan produksi pangan, termasuk rencana menghadirkan investor dari luar negeri untuk mendukung peningkatan produksi padi melalui pemanfaatan teknologi modern.
Selain itu, Perhiptani berencana mengembangkan aplikasi digital yang akan membantu penyuluh dalam mendampingi petani, mulai dari penyediaan informasi budidaya hingga mempermudah akses terhadap pupuk dan berbagai layanan pertanian lainnya.
Menurut Jainal, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pendampingan kepada petani sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
"Audiensi yang kami lakukan ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Perhiptani dalam mendorong terwujudnya sektor pertanian yang lebih maju, modern, mandiri, dan berdaya saing guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kalimantan Barat," tuturnya.
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.