Pontianak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat ekonomi daerah itu tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, meski melambat sebesar 0.53 persen dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,14 persen.
"Kalau pertumbuhan ekonomi yang 5,61 persen ini tetap positif. Memang dibandingkan triwulan I, pertumbuhannya lebih rendah, sehingga istilah yang tepat adalah melambat, bukan turun," kata Kepala BPS Kalimantan Barat Muh Saichudin di Pontianak, Selasa.
Dia mengatakan perlambatan tersebut tidak menunjukkan perekonomian mengalami penurunan, karena pertumbuhan tetap berada di zona positif.
Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi dihitung dengan membandingkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II 2026 dengan periode yang sama pada 2025. Perbedaan basis perbandingan turut mempengaruhi besaran pertumbuhan antartriwulan.
Menurut dia, pertumbuhan pada triwulan I 2026 terlihat lebih tinggi karena perekonomian dibandingkan dengan basis triwulan I 2025 yang relatif lebih rendah.
"Kalau dari sedikit menjadi banyak tentu kenaikannya sangat tinggi. Tetapi kalau dari banyak menjadi lebih banyak lagi, kenaikannya tidak sebesar sebelumnya. Karena itu kita menyebutnya pertumbuhan ekonomi melambat," katanya.
Saichudin mengatakan sejumlah program pemerintah yang mulai berjalan pada 2026 turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan konsumsi pemerintah dan penyaluran bantuan sosial.
Konsumsi pemerintah menjadi salah satu pendorong dari sisi pengeluaran, dengan pertumbuhan penyaluran bantuan sosial yang disebut mencapai sekitar 37 persen pada periode tersebut.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pengadaan listrik dan gas menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan. Produksi listrik untuk rumah tangga tercatat tumbuh sekitar 20 persen, antara lain didorong meningkatnya kebutuhan daya untuk kendaraan listrik.
Selain itu, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2026.
Sementara pada sektor pertambangan dan penggalian, komoditas bauksit masih menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Saichudin mengatakan perkembangan sejumlah sektor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap berjalan positif meskipun laju pertumbuhan pada triwulan II lebih rendah dibandingkan triwulan pertama.
"BPS Kalimantan Barat menilai angka pertumbuhan 5,61 persen tetap mencerminkan kinerja ekonomi yang positif, sehingga perlambatan laju pertumbuhan perlu dibaca dalam konteks basis perbandingan dan perkembangan aktifitas ekonomi pada masing-masing periode," katanya.
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.