Pontianak (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat menyiapkan 16.428 ton beras untuk bantuan pangan semester II 2026 dengan skema penyaluran tiga alokasi hingga akhir tahun.
"Memasuki semester kedua ini, Bulog Kalbar menyiapkan penyaluran bantuan pangan sebanyak 16.428 ton beras. Bantuan tersebut akan disalurkan dalam tiga alokasi selama semester kedua 2026, dengan penyaluran pertama dimulai pada Juli," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Kalbar Rasiwan di Pontianak, Minggu.
Rasiwan mengatakan bantuan tersebut akan diberikan kepada masyarakat penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Berbeda dengan skema sebelumnya, bantuan pangan pada tiga alokasi semester II tidak lagi disertai minyak goreng. Setiap penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras pada setiap alokasi.
Rasiwan memastikan ketersediaan beras di Bulog Kalbar dalam kondisi aman untuk mendukung berbagai penugasan pemerintah, mulai dari bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga pemenuhan cadangan pangan pemerintah daerah.
"Untuk stok, kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat sangat aman, sangat cukup untuk melaksanakan penugasan," tuturnya.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Kalbar mencapai 12.668 ton. Selain itu, terdapat 16.797 ton beras yang masih dalam perjalanan, sedangkan stok beras premium tercatat 272 ton.
Pada semester I 2026, Bulog Kalbar telah menyalurkan 11.534 ton beras bantuan pangan, 18.197 ton beras melalui program SPHP, dan 4.471 ton beras komersial.
Rasiwan mengatakan bantuan pangan diharapkan membantu masyarakat penerima manfaat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Sementara program SPHP dan GPM terus dimaksimalkan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga beras di tingkat masyarakat.
Bulog Kalbar juga menggandeng TNI, Polri, pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan pasar murah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Selain beras, Bulog turut melakukan intervensi terhadap komoditas minyak goreng melalui pasar dan jaringan SP2KP. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah menjaga harga minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700.
Rasiwan mengatakan kesiapan distribusi juga didukung jaringan pergudangan Bulog yang memiliki 10 kompleks gudang yang tersebar di lima kantor cabang, yakni Singkawang, Sambas, Sintang, Putussibau, dan Ketapang.
"Dengan dukungan stok dan jaringan pergudangan tersebut, Bulog Kalbar memastikan penyaluran bantuan pangan serta program stabilisasi pasokan dan harga dapat terus berjalan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di provinsi itu," kata dia.
Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia LucindaEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.