Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengandalkan Waduk Penepat sebagai sumber air tawar cadangan di tengah intrusi air laut yang membuat kadar garam Sungai Kapuas mencapai lebih dari 5.000 miligram per liter (mg/l).
“Sekarang ini Sungai Kapuas sudah terintrusi air laut. Kadar garamnya sudah sampai 5.000 ke atas miligram per liter,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Waduk Penepat di Kubu Raya, Kamis.
Edi mengatakan tingginya kadar garam di Sungai Kapuas menjadi persoalan dalam penyediaan air baku, karena sumber air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui empat instalasi pengolahan air.
"Empat instalasi pengolahan air di Kota Pontianak berada di Imam Bonjol, Nipah Kuning, Selat Panjang, dan Pal Lima dengan total produksi sekitar 2.050 liter per detik dan tingkat pelayanan kepada masyarakat mencapai 90,6 persen," kata dia.
Edi menjelaskan batas kadar garam yang dipersyaratkan untuk air bersih jauh lebih rendah dibandingkan kondisi Sungai Kapuas saat ini.
Ia menyebut kadar garam maksimal 600 miligram per liter diperuntukkan untuk kebutuhan tertentu, sedangkan air yang masih memungkinkan untuk diminum harus berada di bawah 300 miligram per liter.
“Oleh sebab itu, pada saat musim kemarau sekarang kita mengandalkan Waduk Penepat ini,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Novizar Aldiansyah mengatakan pihaknya tengah meningkatkan kapasitas Waduk Penepat untuk mendukung kebutuhan air baku Kota Pontianak.
“Untuk kapasitas kurang lebih 1.000 liter per detik akan kami suplai. Tapi mungkin untuk saat ini kami bisa suplai dari Penepat ini baru sekitar 500 liter per detik,” katanya.
Ia menambahkan perbaikan Waduk Penepat dengan luas 6,6 hektare dan anggaran APBN sebesar Rp16,6 miliar pada tahun ini, diupayakan selesai dalam waktu sekitar satu minggu.
"Sehingga cadangan air tawar tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi dampak intrusi air laut terhadap penyediaan air baku di Kota Pontianak," ujar dia.
Pewarta: Dedi dan Sucia LucindaUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.