Pontianak (ANTARA) - Komunitas Borneo Kids Singkawang mendorong penguatan budaya literasi masyarakat melalui program membaca, mendongeng, dan pengembangan kapasitas pegiat literasi berbasis kearifan lokal.
"Program ini dirancang berkat bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026 yang diajukan Borneo Kids kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa," kata Pimpinan Borneo Kids Singkawang, Ega Tyas, Kamis.
Dia mengatakan, Borneo Kids menilai penguatan literasi di Kota Singkawang masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses terhadap bahan bacaan menarik dan kontekstual serta belum optimalnya kegiatan literasi berkelanjutan di sekolah maupun masyarakat.
"Program tersebut menyasar siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, komunitas literasi, pengelola perpustakaan, guru PAUD hingga pengelola perpustakaan sekolah dan masyarakat," katanya.
Salah satu program unggulan ialah Kelas Literasi Kreatif yang menggabungkan membaca bersama, diskusi terarah, serta praktik menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, artikel, puisi, dan karya kreatif lainnya.
Borneo Kids juga merancang lokakarya peningkatan kapasitas bagi 160 pegiat literasi, yang mencakup materi *read aloud*, mendongeng, pengembangan program literasi masyarakat, serta literasi digital dan pemanfaatan media sosial.
Program lainnya berupa Roadshow Mendongeng Bahasa Melayu yang membawa koleksi buku bacaan bermutu ke sekolah dan dikemas melalui pertunjukan mendongeng interaktif menggunakan Bahasa Melayu Sambas.
Roadshow tersebut menyasar 10 sekolah dasar dengan target sekitar 65 peserta didik per sekolah. Borneo Kids memilih program tersebut sebagai upaya memperkenalkan Bahasa Melayu Sambas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu dan budaya lokal.
"Melalui kegiatan mendongeng, peserta diharapkan mampu memahami cerita rakyat daerah, meningkatkan kemampuan bercerita, serta lebih percaya diri menggunakan Bahasa Melayu. Peserta terpilih juga akan didampingi untuk mengikuti lomba mendongeng bahasa ibu," kata dia.
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.