Pontianak (ANTARA) - Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan teknologi "water treatment" dapat menjadi solusi mengatasi krisis air minum masyarakat yang terdampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

"Kami mengapresiasi langkah Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar yang menyediakan teknologi pengolahan air di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang," kata Sujiwo di Sungai Raya, Kamis.

Menurut dia, teknologi tersebut mampu mengolah air baku dari sungai menjadi air layak minum tanpa harus melalui proses memasak sehingga dapat membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air.

"Ini luar biasa. Pak Kapolda Kalbar beserta jajaran bukan hanya hadir dalam pemadaman karhutla, tetapi juga memikirkan kebutuhan masyarakat setelah bencana, termasuk persoalan air minum," tuturnya.

Ia mengatakan teknologi "water treatment" diharapkan dapat dioperasionalkan di sejumlah wilayah lain yang mengalami kesulitan memperoleh air minum selama musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kata dia, juga sedang mendalami sejumlah sumber air potensial, di antaranya di kawasan PT Alas Kusuma, Bukit Tokok di Kecamatan Sungai Ambawang, serta Desa Bemban di Kecamatan Kubu.

Langkah tersebut dilakukan karena pasokan air dari Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah yang selama ini menjadi salah satu sumber suplai mulai mengalami keterbatasan.

"Kalau suplai dari Anjungan selama ini sudah 'close', kalaupun ada harganya bisa mencapai Rp4 juta lebih dan suplai maksimal hanya sekitar tiga tangki dalam seminggu," ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Kubu Raya diperkirakan mencapai sekitar 15 hingga 20 tangki setiap hari, sehingga pemerintah daerah perlu mencari sumber pasokan yang lebih dekat dan berkelanjutan.

Sujiwo mengatakan penanganan krisis air membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama di tengah kondisi kekeringan yang terjadi bersamaan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengapresiasi keterlibatan Polri, TNI, relawan, sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat yang terus bergotong royong membantu warga menghadapi dampak bencana.

"Polri, TNI, relawan, swasta, dan pemerintah selalu hadir. Saya melihat langsung bagaimana mereka siang malam berjibaku membantu masyarakat," kata Sujiwo.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026