Pontianak (ANTARA) - Sejumlah pihak dari insan maritim di d Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) secara berkolaborasi membagikan masker dan menyalurkan bantuan sembako dalam rangka meringankan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu kesehatan dan ekonomi masyarakat.

"Aksi kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata insan maritim untuk menjaga kesehatan warga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak,," ujar General Manager (GM) Pelindo Regional 2 Pontianak Yanto, di Pontianak, Selasa.

Ia menambahkan bahwa melalui kolaborasi lintas instansi dan asosiasi maritim ini diharapkan dapat membantu warga menjaga daya tahan tubuh serta memenuhi kebutuhan harian di situasi darurat asap.

"Tidak kalah penting dengan ini bersama menggugah bahwa semua harus turun tangan karena dampak akibat karhutla adalah bukan hanya soal asap namun aktivitas ekonomi juga banyak terhenti. Sehingga uluran tangan dan kepedulian penting" ujar dia.

Melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Pontianak dan aparat setempat, aksi sosial ini diharapkan dapat menggugah kepedulian berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat Kalbar.

Dalam kegiatan Insan Maritim Peduli: Gerakan Pembagian Masker dan Sembako Gratis yang digelar di Taman Alun-Alun Kapuas, Pontianak melibatkan Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Pelindo, Polresta Pontianak, KSOP, ALFI/ILFA DPW Kalbar, DPC INSA Pontianak, DPW APBMI Kalbar, hingga PT Duta Utama Maritime (KBM).

Dalam aksi itu, disalurkan sejumlah bantuan logistik untuk masyarakat di antaranya 5.000 unit masker, paket minyak goreng (800 ml), mi instan , air mineral dan suplemen vitamin.

Berdasarkan data IQAir, kualitas udara di Kota Pontianak pada 8 September 2026 pukul 09.00 waktu setempat berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Indeks kualitas udara atau AQI US tercatat mencapai 822, dengan status “Berbahaya” (Hazardous). Angka tersebut menunjukkan tingkat pencemaran yang sangat ekstrem dan berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 487 µg/m³. PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi. Tingginya konsentrasi PM2.5 pada kondisi ini sangat mungkin berkaitan dengan asap dan pembakaran, terlebih pada layar IQAir juga muncul peringatan “Active fire nearby”, yang mengindikasikan adanya titik atau aktivitas kebakaran di sekitar wilayah tersebut.

Nilai AQI dan konsentrasi PM2.5 dapat berubah akibat perubahan angin, hujan, aktivitas kebakaran, dan sumber polusi lainnya. Meskipun demikian, angka yang ditampilkan menunjukkan bahwa masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, menghindari olahraga di ruang terbuka, serta menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai apabila harus keluar rumah.



Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026