Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah luas area terbakar yang mencapai 38.310 hektare kini tersisa sekitar 200 hektare.
"Indikasi luasan yang terbakar kurang lebih 38.310 hektare. Dan sekarang Alhamdulillah tinggal kurang lebih 200 hektare lahan kita yang masih terbakar," kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, di Pontianak, Selasa.
Dia mengatakan penanganan karhutla menjadi salah satu persoalan utama yang dibahas bersama para bupati dan wali kota dalam Rapat Kerja Gubernur dengan Bupati/Wali Kota se-Kalimantan Barat Tahun 2026.
Menurut dia, penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, brigade pemadam kebakaran, relawan, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.
Selain luasan lahan terbakar yang terus menurun, jumlah titik api di Kalimantan Barat juga mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya lebih dari 2.000 titik menjadi sekitar 156 titik berdasarkan pemantauan terakhir.
Norsan menilai perkembangan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terus melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran di berbagai daerah.
Meski demikian, ia meminta seluruh pemerintah daerah dan tim gabungan tidak mengendurkan upaya penanganan karena kebakaran masih terjadi di sejumlah kawasan, terutama wilayah yang belum mendapatkan hujan.
Menurut dia, hujan telah turun di beberapa daerah, seperti Kabupaten Sambas dan Ketapang, namun sejumlah wilayah lainnya masih membutuhkan penanganan intensif karena api belum sepenuhnya padam.
Selain kerusakan lingkungan, Gubernur Norsan mengingatkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat yang juga harus menjadi perhatian seluruh kepala daerah.
"Hingga 5 September 2026, tercatat sebanyak 734 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah," katanya.
Norsan meminta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi, baik dalam pemadaman maupun perlindungan kesehatan masyarakat, agar kebakaran tidak kembali meluas dan kualitas udara segera membaik.
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.