Singkawang (ANTARA) - Kualitas udara di Kota Singkawang, Kalimantan Barat berada pada kategori tidak sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 180 berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat per 7 September 2026.

"Kondisi ini terjadi di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kota Singkawang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Rabu.

Dia mengimbau sekaligus mewajibkan masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko dampak buruk paparan kabut asap terhadap kesehatan.

"Sekarang ini kondisi udara sudah tidak sehat karena kabut asap pekat. Maka dari itu, wajib bagi warga menggunakan masker saat keluar rumah," katanya.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka dan menutup jendela rumah maupun kantor untuk meminimalkan masuknya polusi udara ke dalam ruangan.

Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi guna menjaga daya tahan tubuh serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan, terutama gangguan pernapasan.

Tjhai Chui Mie mengatakan Pemerintah Kota Singkawang bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Barisan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih melakukan pemadaman serta pendinginan di lokasi hutan dan lahan yang terbakar.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke wilayah lainnya.

"Harapan saya semoga semangat kebersamaan ini terus dijaga dengan baik dan kita sama-sama bergandengan tangan untuk mengatasi karhutla di Kota Singkawang," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, Pemerintah Kota Singkawang juga telah membagikan masker kepada warga sekaligus memberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Wali Kota mengatakan, DLH Kota Singkawang akan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan secara berkala. Dan masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.



Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026