Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memperpanjang status tanggap darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama satu pekan, mulai 15 hingga 21 September 2026.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang , Selasa mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat diperlukan karena kondisi udara di sejumlah wilayah masih berada pada kategori tidak sehat dan dampak asap masih dirasakan masyarakat.
“Secara garis besar kondisi udara di wilayah Kabupaten Bengkayang masih dalam kategori tidak sehat dan lebih tinggi dari daerah lain,” kata Sebastianus dalam rapat evaluasi.
Dikatakannya, selama masa perpanjangan, posko penanganan karhutla tetap beroperasi di 17 kecamatan. Penanganan juga akan diarahkan pada wilayah yang memiliki lahan gambut karena wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi.
“Posko penanganan karhutla tetap berlangsung di 17 kecamatan. Fokus utama penanganan karhutla di daerah yang memiliki lahan gambut,” ujarnya.
Bupati juga meminta penanganan karhutla dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama melalui edukasi dan pencegahan agar aktivitas pembakaran lahan tidak kembali memicu kebakaran.
Sementara itu, Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto mengatakan berdasarkan data kepolisian, terdapat 2.215 titik api yang terpantau sepanjang Januari hingga September 2026.
Lima kecamatan dengan jumlah hotspot tertinggi yakni Kecamatan Sungai Raya sebanyak 489 titik, Siding 226 titik, Seluas 215 titik, Teriak 184 titik, dan Ledo 157 titik.
“Hotspot tertinggi bulanan terjadi pada Agustus dengan 1.284 titik,” katanya.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, Polres Bengkayang menyiagakan 180 personel yang terdiri atas 30 personel di tingkat polres dan 150 personel di jajaran polsek.
Kepolisian juga membagi wilayah penanganan karhutla ke dalam tiga rayon untuk mempercepat respon terhadap titik panas maupun kebakaran yang ditemukan di lapangan.
Upaya penanganannya meliputi sosialisasi pencegahan karhutla, patroli terpadu, pemadaman dan verifikasi titik api, pembagian bantuan sosial, air bersih dan masker, pemeriksaan kesehatan, hingga penegakan hukum.
Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Debit menilai langkah penanganan yang dilakukan Forkopimda telah menunjukkan hasil dengan menurunnya jumlah hotspot.
Namun, ia meminta status tanggap darurat tetap dilanjutkan karena Bengkayang masih menjadi salah satu wilayah rawan karhutla dan dampaknya masih dirasakan masyarakat.
“Kinerja Forkopimda Kabupaten Bengkayang dalam penanganan karhutla sudah sangat luar biasa karena hingga saat ini titik hotspot sudah menurun. Namun, kami menyarankan status tanggap darurat tetap berlanjut karena kita masih daerah rawan karhutla dan asap masih kita rasakan,” katanya.
Pewarta: NarwatiEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.