Kayong Utara (ANTARA) - Halimah, siswi SMKN 1 Sukadana asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, berharap beasiswa dari Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dapat membantu mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru.

Halimah merupakan satu dari 31 siswa SMA/SMK asal Desa Pelapis yang menerima beasiswa KIPP. Desa Pelapis merupakan wilayah terdekat dengan KIPP, kawasan industri terpadu yang dikembangkan sebagai area pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium.

“Menurut saya sangat bagus program beasiswa dari KIPP ini, terutama untuk anak-anak yang memang kurang mampu. Misalnya orang tuanya tidak mampu membiayai anak-anak kuliah. Untuk yang mau masuk SMA juga ada bantuan beasiswa,” ujar Halimah saat penyerahan beasiswa di Kantor Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumat (25/9/2026).

Menurut Halimah, beasiswa tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga memotivasinya untuk belajar lebih giat. Bantuan itu dapat digunakan untuk berbagai keperluan pendidikan sehingga meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

Di tengah perjuangannya menyelesaikan pendidikan, Halimah menyimpan cita-cita menjadi guru. Keinginan tersebut muncul karena melihat kampung halamannya masih membutuhkan tenaga pengajar.

“Saya bercita-cita jadi guru, karena di Pelapis biasanya kekurangan guru. Saya ingin jadi guru di Pelapis,” tuturnya.

Cita-cita tersebut mendorong Halimah untuk terus melanjutkan pendidikan. Ia berharap setelah menyelesaikan sekolah dapat kembali ke kampung halaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui profesi yang diimpikannya.

Kisah serupa disampaikan Sella Mutiara, salah seorang penerima beasiswa KIPP dari Desa Pelapis. Sebagai putri warga Pelapis, bantuan tersebut menjadi dukungan bagi keluarganya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Bantuan ini juga sangat membantu untuk kebutuhan sekolah. Bisa digunakan untuk membeli alat tulis, buku, pakaian dan sepatu,” ujar Sella yang ayahnya merupakan pekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang.

Bagi Sella, bantuan tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mewujudkan cita-citanya menjadi guru.

Ia berharap pendidikan yang ditempuhnya kelak dapat membawanya kembali ke kampung halaman untuk berkontribusi bagi masyarakat, terutama membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di daerah asalnya.

Tidak putus sekolah

Kepala Desa Pelapis Rosmi Harnadi mengatakan pemerintah desa selama ini proaktif menjajaki program beasiswa bagi anak-anak Pelapis dengan sejumlah pihak.

“Kami sudah lama mengupayakan beasiswa bagi anak-anak Pelapis ke beberapa pihak. Namun sering kali terkendala oleh kemampuan bersaing. Sehingga, kehadiran perusahaan yang memberikan program ini benar-benar membantu anak-anak kami,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara Jumadi menyampaikan apresiasi terhadap program CSR KIPP di bidang pendidikan tersebut.

"Tentu saja kami berterima kasih kepada KIPP, melalui program CSR-nya, mereka memberikan bantuan ke berbagai macam sektor, termasuk pendidikan. Sehingga, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk putus sekolah. Sepatutnya para siswa memanfaatkan program ini," ujarnya.

External Relation Manager KIPP Sugeng Sulistiyo mengatakan beasiswa bagi 31 pelajar SMA/SMK asal Desa Pelapis merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan generasi muda di Kabupaten Kayong Utara, khususnya Desa Pelapis.

“Program beasiswa ini adalah bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan anak-anak khususnya Desa Pelapis. Kami berharap program ini bisa mendukung adik-adik sekalian untuk mewujudkan cita-cita,” ujarnya.



Pewarta: Rilis
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026