Seratusan buruh pabrik di Sukabumi mengalami keracunan makanan

Seratusan buruh pabrik di Sukabumi mengalami keracunan makanan

Petugas kesehatan saat memberikan penanganan medis kepada buruh pabrik PT Royal Puspita di Kampung/Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang diduga mengalami keracunan makanan. (ANTARA/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Seratusan buruh pabrik yang bekerja di PT Royal Puspita di Kampung Sundawenang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga keracunan usai menyantap makanan yang dibeli di warung yang berada didekat  pabrik pada Selasa, (10/9).

"Saat istirahat atau sekitar pukul 12.00 WIB kami makan di warung dekat pabrik, di tempat makan itu ada sejumlah varian makanan salah satunya gudeg nangka. Awalnya setelah menyantap makanan tidak terasa apa-apa, namun sekitar satu jam kemudian saya dan ratusan karyawan lainnya tiba-tiba pusing dan mual," kata salah seorang buruh yang juga korban Maya Rusmayanti di Sukabumi.

Informasi yang dihimpun, keracunan masal buruh pabrik yang berada di RT 42/18, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda ini belum diketahui penyebabnya, namun kuat dugaan gejala keracunan ini disebabkan dari makanan.

Awalnya hanya beberapa orang saja yang merasa mual, pusing hingga muntah dan bolak balik buang air besar. Tetapi setelah satu jam jumlah buruh yang mengalami keracunan menjadi 112 orang.

Dari data sementara, ada 41 korban yang dirawat di RS Alta Medika dan 71 orang lainnya dirawat di Puskesmas Parungkuda. Kondisi korban kebanyakan kehilangan cairan bahkan sebagian besar dari mereka harus diinfus.

Hingga saat ini sejumlah buruh sudah ada yang diperbolehkan pulang dan kondisinya membaik. Namun, puluhan lainnya masih berada di rumah sakit dan Puskesmas karena kondisinya masih lemah.

Muspika Parungkuda, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan Puskesmas Parungkuda masih berada di lokasi dan sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut. 
 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019