Luhut undang anggota Forum AIS lihat progres penanganan Sungai Citarum

Luhut undang anggota Forum AIS lihat progres penanganan Sungai Citarum

Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan dan Gubernur Olly Dondokambey, pejabat terkait serta peserta "Forum AIS" foto bersama usai membahas isu-isu negara pulau dan kepulauan.. (1) (1/)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengundang menteri-menteri negara yang tergabung dalam Forum Negara Kepulauan dan Pulau (Archipelagic and Island States/AIS) untuk melihat langsung progres penanganan pencemaran Sungai Citarum.

Menurut Luhut, penanganan Sungai Citarum menunjukkan komitmen dan bentuk nyata pemerintah Indonesia dalam menangani masalah sampah plastik.

“Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen terhadap penanganan sampah plastik laut, salah satunya dengan menangani pencemaran Sungai Citarum. Andasemua kami undang untuk melihat secara langsung bagaimana kami menangani di sana setelah pelaksanaan Ministerial Meeting AIS,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Luhut menyampaikan hal tersebut dalam acara “working breakfast” yang digelar bersama duta besar dari 10 negara dan perwakilan negara sahabat anggota Forum AIS di Jakarta, Jumat.

Baca juga: AIS Forum 2019 jadi wadah negara-negara pulau dan kepulauan
Baca juga: Forum AIS pertegas peran Indonesia sebagai poros maritim dunia

Pertemuan itu digelar untuk membahas pelaksanaan Pertemuan Tingkat Menteri Forum AIS dan Startup Business Summit (SBS) 2019 yang digelar di Manado, Sulawesi Utara 1 November mendatang.

Penanganan sampah plastik laut adalah salah satu dari empat area utama yang akan dibahas dalam pertemuan tingkat menteri dan Senior Official Meeting selain blue economy, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta tata kelola kemaritiman yang baik.

Turut hadir dalam pertemuan itu Duta Besar Inggris, Timor-Leste, Bahrain, Kepulauan Solomon, Guineau Bissau, perwakilan dari Jepang, Singapura, Fiji, Srilangka dan Irlandia. Hadir pula Kepala Bappeda Sulawesi Utara serta Deputi Perwakilan UNDP (United Nations Development Program) untuk Indonesia Sophie Kemkhadze.

Lebih jauh, Luhut menyebutkan bahwa semua negara kepulauan dan negara pulau memiliki tantangan yang sama. Oleh karena itu, dalam AIS SBS, Pemerintah Indonesia ingin mempertemukan lembaga pemerintah, pengusaha, aktivis lingkungan, akademisi dan komunitas digital untuk bekerja sama dalam mencari solusi untuk penanganan sampah plastik laut, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta kerja sama blue ocean_dan tata kelola kelautan yang baik.

Baca juga: Kemenko Maritim undang wakil negara jelang AIS Startup Business Summit
 

“Dalam hal ini saya ingin menekankan bahwa tantangan yang kita hadapi bersama-sama membutuhkan solusi yang cerdas dan inovatif,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sudah ada 14 negara yang mengkonfirmasi kehadiran menteri mereka dalam pertemuan tingkat menteri Forum AIS.

“Selain itu, pada tanggal 30 Oktober-1 November akan digelar Pameran Inovasi dan Bisnis. Kami sediakan 92 booth gratis untuk display potensi ekowisata serta bisnis anda disana,” ujarnya.

Kepada para duta besar yang hadir, Purbaya mengatakan pihaknya dan Sekretariat AIS menargetkan ada 5.000 peserta yang bakal menghadiri AIS SBS dan konferensi ekowisata yang akan diselenggarakan di kawasan Megamas Manado.

 

Baca juga: Bank Dunia akan kucurkan dana untuk Program Citarum Harum di Karawang
Baca juga: Luhut sebut normalisasi Citarum sudah mulai terlihat
Baca juga: Luhut pantau perkembangan penanganan pencemaran Sungai Citarum

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019