Staf Khusus: "Upskilling", upaya tingkatkan pengelolaan pesantren

Staf Khusus:

Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf saat "media visit" ke LKBN ANTARA di Jakarta pada Selasa (10/12/2019). (ANTARA/Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf menilai upaya meningkatkan kapasitas atau upskilling menjadi salah satu cara memperbaiki pengelolaan pesantren.

"Bisa saja upskilling di bidang manajemen pendidikannya, bisa saja di bidang pengelolaan kelembagaannya, bisa upskilling di bidang pemberdayaan ekonominya," kata Amin kepada ANTARA di Jakarta pada Selasa.

Amin telah melakukan kunjungan media ke LKBN ANTARA membahas tugasnya sebagai Staf Khusus Presiden.

Menurut Amin pembinaan  upskilling akan diberikan sesuai pertimbangan kebutuhan pesantren masing-masing.

Baca juga: Ini kesibukan Aminuddin Ma'ruf setelah jadi Staf Khusus Presiden

Amin mencontohkan jika ada pesantren yang telah memiliki lembaga usaha maka upskilling akan dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk melalui perbaikan kemasan hingga rencana pemasaran.

Mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjelaskan pihaknya menargetkan upaya upskilling, pemberdayaan ekonomi, dan digitalisasi perekonomian.

"Tiga-tiganya ini kami diminta untuk bagaimana pesantren punya peran yang lebih signifikan di dalam proses pembangunan dalam visi Indonesia maju Presiden Joko Widodo," kata Amin.

Dia berharap pesantren dapat menghidupkan perekonomian di daerah sekeliling sehingga menumbuhkan ekonomi nasional.

Jika pesantren terletak di suatu kawasan yang memiliki basis ekonomi tertentu, misalkan pertanian atau perikanan, maka program bimbingan upskilling  dapat disesuaikan dengan kekhususan masing-masing agar tepat sasaran.

Selain itu pemerintah juga akan memperkuat segi manajemen pesantren hingga kualitas produk, termasuk membantu pemasaran yang baik. 

Baca juga: Staf Khusus Presiden optimistis pesantren hidupkan perekonomian
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 1970