Vihara tertua di Tanjungpinang jadi salah satu pusat perayaan Imlek

Vihara tertua di Tanjungpinang jadi salah satu pusat perayaan Imlek

Warga etnis Tionghoa melaksanakan ibadah Imlek di Vihara Sasana Dharma Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (25/1/2020) (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Vihara tertua di Kota Tanjungpinang, Sasana Dharma menjadi salah satu pusat perayaan Imlek di ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tersebut pada Sabtu.

Vihara tersebut berlokasi di daerah pinggiran Senggarang, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Dari pusat kota menuju vihara ini memerlukan waktu selama 30 menit, sedangkan kalau melalui jalur laut ditempuh sekitar 5-7 menit.

Sejak Sabtu pagi menjelang siang hari, ribuan warga Tionghoa datang silih berganti ke vihara itu untuk melakukan sembahyang Imlek.

Seorang warga Senggarang, Acui, mengaku setiap tahun rutin sembahyang Imlek di vihara tersebut. "Tiap tahun ada ribuan warga Tionghoa melakukan ibadah Imlek di sini. Tak hanya warga Senggarang, tapi juga Tanjungpinang," kata Acui.

Ayong, warga Jalan Pos, Tanjungpinang, mengaku rela memboyong istri dan dua anaknya menyeberang menaiki pompong ke Senggarang demi melaksanakan ibadah Imlek. "Vihara di sini sangat nyaman dan sejuk. Tahun lalu saya dan keluarga sembahyang Imlek di Vihara Bahtra Sasana di Jalan Merdeka, Tanjungpinang ," ujar Ayong.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum Imlek di Vihara Sasana Dharma dimanfaatkan puluhan pedagang kaki lima untuk berjualan. Para pedagang memadati pelataran vihara dengan aneka jualan, mulai dari jajanan anak-anak, aksesoris hingga permainan kolam pancing mini.

"Biasanya hari ini sampai besok vihara ini ramai pengunjung. Tahun lalu kami bisa dapat Rp300 sampai Rp400 ribu per hari, lebih dari cukup buat keperluan hidup sehari-hari," kata Yudi, pedagang aksesoris.

Azam, pedagang gorengan mengaku sudah langganan berjualan di area tersebut, bahkan tak hanya saat hari besar Imlek. Hari-hari biasanya ia pun tetap berjualan di lokasi yang sama.

"Kalau hari-hari biasa, per hari pendapatan sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Kalau Imlek bisa sampai Rp300 ribu per hari," tutur Azam.

Baca juga: Pedagang Pasar Mester rayakan Imlek di Vihara Amurva Bhumi
Baca juga: Imlek, wisatawan dan umat Konghucu berbaur di Klenteng Petak Sembilan
 Pedagang menjual aneka barang di Vihara Sasana Dharma Tanjungpinang, Kepri, saat Tahun Baru Imlek, Sabtu (25/1/2020). (ANTARA/Ogen)

Objek wisata
Vihara Sasana Dharma dibangun sekitar abad ke-18, semasa Yang Dipertuan Muda Riau (YMDR) II Daeng Celak (1728-1748).

Selain tempat ibadah, vihara menjadi salah satu objek wisata yang sangat populer di Tanjungpinang. Saat hari libur besar seperti Imlek, pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara mengunjungi vihara tersebut.
 
 
Warga mengunjungi Vihara Sasana Dharma Tanjungpinang, Kepri, saat Tahun Baru Imlek, Sabtu (25/1/2020). (ANTARA/Ogen)   
 
Suasana di Vihara Sasana Dharma Tanjungpinang, Kepri, saat Tahun Baru Imlek, Sabtu (25/1/2020). (ANTARA/Ogen)
 
Warga mengunjungi Vihara Sasana Dharma Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (25/1/2020). (ANTARA/Ogen)  

Tikus Logam
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang, Freddy mengemukakan, Imlek kali ini merupakan tahun shio Tikus Logam.Tahun Tikus Logam dianggap sebagai tahun yang subur dan makmur. 

Dia berharap di Tahun Tikus Logam ini semua masyarakat khususnya di Tanjungpinang senantiasa diberikan kesehatan ketentraman, kedamaian, keamanan serta rezeki yang berlimpah.

Fredy menyebut pada perayaan Imlek tahun ini, seluruh masyarakat tak terkecuali etnis Tionghoa harus mengutamakan NKRI di atas segala kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
"Kita merupakan satu kesatuan NKRI, walaupun berbeda suku, agama dan kepercayaan," kata dia.
Pewarta : Ogen
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020