MUI soroti dampak corona pada sisi ekonomi

MUI soroti dampak corona pada sisi ekonomi

Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. (ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/ws)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas menyoroti dampak virus corona pada sisi ekonomi sebagaimana warga dunia menjadi khawatir membeli produk China.

"Takut membeli barang-barang dari China karena dikhawatirkan akan membawa serta virus yang ditakuti tersebut ke negara yang bersangkutan," kata Anwar kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut mengatakan dengan begitu corona tidak hanya berdampak terhadap kesehatan tetapi juga pada kehidupan ekonomi global.

Menurut Anwar yang kerap fokus pada isu-isu ekonomi mengatakan corona dapat memicu turunnya produksi dalam negeri China. Permintaan China terhadap bahan baku impor dari negara lain tentu akan menurun juga.

"Hal ini tentu akan sangat memukul negara-negara lain yang telah menjadi mitra dagang China selama ini, termasuk Indonesia," kata dia.

Baca juga: Wall Street tumbang akibat kekhawatiran dampak ekonomi dari corona

Baca juga: Berjangkitnya virus corona bakal hantam ekonomi Singapura tahun ini

Baca juga: Jumlah korban meninggal akibat virus corona di China jadi 106


Dengan berkurangnya permintaan dunia terhadap barang-barang China, kata dia, maka akan berdampak terhadap menurunnya pendapatan warganya.

Hal tersebut, kata dia, akan sangat berpengaruh terhadap daya beli mereka terutama terhadap barang-barang impor yang selama ini mereka datangkan dari negara-negara lain termasuk Indonesia.

Seiring dengan itu, dia mengatakan akan banyak negara termasuk Indonesia berhati-hati dan waspada terhadap turis China. Terdapat gejala beberapa daerah meminta turis China meninggalkan daerah mereka.

"Karena takut para turis dari China itu akan membawa virus tersebut ke dalam negeri. Hal ini tentu saja akan sangat merugikan karena akan mengurangi pendapatan pemerintah dan masyarakat dan hal ini tentu saja akan sangat mengganggu kehidupan ekonomi nasional," katanya.

Untuk itu, Anwar berharap pemerintah Indonesia bisa mengantisipasi hal tersebut dan mencari solusi agar pengusaha dalam negeri tidak terpukul. Hal itu penting dilakukan agar dampak ekonomi dari corona bisa diminimalisir.

"Untuk itu, kerja sama yang baik antara pihak pemerintah, dunia usaha, media dan masyarakat jelas sangat diharapkan," katanya.*

Baca juga: IHSG melemah, masih dibayangi kekhawatiran virus corona

Baca juga: WHO: Kasus infeksi virus corona bertambah

Baca juga: Korban tewas corona naik, minyak jatuh ke posisi terendah 3 bulan
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 1970