Mensos: Pengendalian penduduk faktor penting penanganan kemiskinan

Mensos: Pengendalian penduduk faktor penting penanganan kemiskinan

Menteri Sosial Juliari P Batubara (kanan) berbincang dengan Dirut Perum LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat (kiri) saat berkunjung ke Redaksi ANTARA di Jakarta, Rabu (19/2/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan pengendalian jumlah penduduk menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan masalah kemiskinan.

"Pengendalian jumlah penduduk sangat penting, karena kalau tidak dikendalikan akan menjadi beban," kata Mensos Juliari saat berkunjung ke Redaksi LKBN ANTARA di Jakarta, Rabu.

Menurut Juliari, pengendalian jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana sangat baik dan berhasil. Selain mengatur jarak kelahiran juga meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan kehamilan yang terprogram.

"Menurut saya ini salah satu bentuk kemerdekaan dari kemiskinan yang sering dilupakan," katanya.

Tingkat kemiskinan di Indonesia saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 24,79 juta orang atau 9,22 persen pada September 2019, turun dibandingkan Maret 2019 yang mencapai 9,41 persen.

Baca juga: Kemensos harus lebih agresif tangani kemiskinan, kata Juliari Batubara

Baca juga: Ini solusi Mensos supaya 19,9 juta peserta BPJS PBPU-BP layak jadi PBI


Program Kementerian Sosial juga selaras dengan Program KB yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) yang membatasi pemberian bantuan hingga kehamilan kedua dalam keluarga PKH.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp3 juta dalam setahun dengan kewajiban ibu untuk memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan sebanyak minimal empat kali serta memeriksakan kesehatan ibu nifas empat kali selama 42 hari setelah melahirkan.

Begitu juga dengan bantuan untuk anak usia dini dibatasi hanya dua anak dalam keluarga PKH sebesar Rp3 juta setahun dengan kewajiban pemeriksaan kesehatan tiga kali dalam satu bulan pertama setelah kelahiran.

Kewajiban lainnya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, imunisasi lengkap, penimbangan berat dan tinggi badan setiap bulan, mendapat suplemen vitamin A satu kali pada usia 6-11 bulan dan pemantauan perkembangan minimal dua kali setahun.

Pada anak usia satu hingga lima tahun wajib imunisasi tambahan, menimbang berat badan setiap bulan, pengukuran tinggi bandan dan pemantauan perkembangan minimal dua kali setahun, serta pemberian kapsul vitamin A dua kali setahun.

Baca juga: Mensos akan bekerja sama dengan Kemendagri dan Kemendes soal data
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020