Psikolog: Menggambar tumbuhkan empati anak

Psikolog: Menggambar tumbuhkan empati anak

Vice President Marketing Kao Indonesia Susilowati (tengah) dan psikolog anak Anita Chandra (kanan) berbicara saat malam apresiasi Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao untuk Anak-anak dan Perayaan 35 Tahun Kao Indonesia di Jakarta, Sabtu (22/2/2020). (Dokumentasi Kao Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Kegiatan menggambar dan melukis tidak hanya mendorong kreativitas tetapi juga dapat menumbuhkan empati dan kepedulian pada anak, kata psikolog anak dan remaja Anita Chandra.

"Selain dapat memunculkan kualitas yang lebih baik pada manusia, melukis juga dapat menumbuhkan empati atau kepedulian anak-anak pada hal-hal di sekitar. Melukis membuat anak-anak belajar bersabar, dan memperhatikan sekitar," kata dokter yang praktik di RS Columbia Asia Pulomas itu dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Anita, yang hadir sebagai pembicara di Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao untuk Anak-anak, memunculkan sifat baik itu adalah salah satu alasan mengapa melukis dan menggambar dijadikan medium belajar dan berekspresi.

Hal itu dapat dilihat dalam berbagai lukisan yang mengikuti lomba lukisan itu, kata Anita. Dalam berbagai lukisan yang diperlombakan anak-anak berekspresi untuk menyuarakan harapan dan kepedulian mereka.

Baca juga: Menggambar bisa jadi terapi kala depresi

Lomba yang diadakan di Jakarta itu sendiri merupakan bentuk kepedulian Kao Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menurut Vice President Marketing Kao Indonesia Susilowati.

"Melalui kegiatan lomba melukis ini, kami secara tidak langsung mengedukasi serta menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan, eco together, melalui lukisan, karena gambar adalah bahasa kreatif yang universal yang diharapkan lebih mudah dipahami oleh anak-anak," kata Susilowati dalam rilis tersebut.

Kao Indonesia sudah mengadakan lomba melukis yang mengusung tema Let's Eco Together itu selama 10 tahun sebagai wujud nyata kepedulian untuk anak-anak dan lingkungan.*
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020