Sarah Gibson: Sekarang harus lebih berhati-hati terima "endorse"

Sarah Gibson: Sekarang harus lebih berhati-hati terima

Sarah Gibson (kiri) didampingi kuasa hukumnya Syaiful Maarif (kanan) usai menjalani pemeriksaan terkait kasus 'carding' di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Jumat (13/3/2020). (ANTARA Jatim/HO/WI)

Surabaya (ANTARA) - Selebgram Sarah Gibson mengaku sekarang harus lebih berhati-hati menerima endorse setelah dirinya diperiksa sebagai saksi kasus pembobolan kartu kredit atau carding di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Jumat.

"Lebih memfilter endorsment. Terutama saat ini lebih hati-hati menerima endorse travel. Dicek legalitasnya," ujarnya Sarah usai menjalani pemeriksaan.

Saat diperiksa, ia harus menjawab 27 pertanyaan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim. "Seputar apa saja yang saya ketahui. Endorse-nya apa, tanggal berapa. Gitu-gitu sih," ucapnya.

Baca juga: Sarah Gibson diperiksa sebagai saksi kasus "carding" di Polda Jatim

Sarah mengaku tidak tahu jika akun instagram yang menjual promo tiket tersebut bermasalah, dan baru mengetahui setelah membaca berita pembobolan kartu kredit tersebut tersebar.

Selain itu, Sarah menegaskan dirinya juga tidak mengenal pelaku, sebab proses endorse juga telah dilakukan setahun lalu.

Sementara itu, kuasa hukum Sarah, Syaiful Maarif menambahkan kliennya hanya sebatas artis yang menerima endorse saja.

Baca juga: Gisel-Tyas Mirasih akui tak kenal tersangka kasus "carding"

"Memang ada hubungan dengan yang melakukan tindak pidana ini, namun hanya sebatas endorsment saja. Mbak Sarah tidak tahu proses apa yang dilakukan menggunakan kartu kredit ini. Hanya sekali menerima, dia diminta dan diberikan voucher hotel," tuturnya.

Kasus ini bermula dari akun instagram yang menjual promo tiket murah, namun tiket ini dibeli akun tersebut dengan cara membobol kartu kredit orang lain.

Selain itu, para pelaku juga memanfaatkan artis untuk mempromosikan dagangannya, antara lain Tyas Mirasih, Gisella Anastasia, Awkarin, Ruth Stefani, Boy William hingga Jessica Iskandar.

Baca juga: Pratama: Kasus @tiketkekinian tunjukkan praktik "carding" masih banyak
Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020