WNA Bangladesh dikarantina di Asrama Atlet Stadion Semeru Lumajang

WNA Bangladesh dikarantina di Asrama Atlet Stadion Semeru Lumajang

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Jamaah Tablig asal Bangladesh yang tinggal di salah satu rumah warga di Kelurahan Ditotirunan, Kecamatan Lumajang pada Minggu (12/4/2020) ANTARA/HO- Thoriqul Haq

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Lima warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang berasal dari Jamaah Tabligh dikarantina di Asrama Atlet Stadion Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu.

"Hari ini kami minta mereka untuk dikarantina di Asrama Atlet di Stadion Semeru untuk memastikan mereka tidak keluar kemanapun," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam akun media sosialnya yang diunggah pada Minggu malam.

Baca juga: Kematian pasien COVID-19 Malaysia ke-63 terkait jamaah tablig di Gowa

Thoriq bersama tokoh masyarakat setempat mendatangi lima WNA Bangladesh itu di rumah kediaman Ustad Lukman dan memeriksa izin tinggalnya di Indonesia, namun setelah dicek izin tinggalnya ternyata sudah habis.

Menurutnya pendatang Jamaah Tabligh dari Bangladesh itu sudah beberapa minggu tinggal di RW 1, RT 6, Kelurahan Ditotirunan, Kecamatan Lumajang, namun mereka diminta untuk tidak melakukan kegiatan di saat wabah virus corona.

Baca juga: Seorang rombongan jamaah tablig dari Gowa positif COVID-19

"Sebelumnya mereka berkomitmen melakukan isolasi mandiri dan tidak keluar dari tempat tinggal, ternyata kenyataannya mereka beberapa kali ditemukan berkeliling ke pasar, keliling ke permukiman penduduk sekitar," tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Jamaah Tabligh itu keluar ke Kecamatan Pasirian dan saat keluar tidak menggunakan masker, sehingga hal tersebut dinilai sangat meresahkan di saat pandemi virus corona (COVID-19).

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Riau bertambah dari anggota jamaah tablig

"Mereka semua terkoordinasi oleh Jamaah Tabligh yang ada di Indonesia, yang terpusat di Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta dan beberapa waktu lalu terdeteksi ada beberapa jamaah yang berkegiatan di masjid itu dinyatakan positif corona, hingga satu masjid di karantina bersama," katanya.

Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu meminta WNA Bangladesh itu dikarantina di Asrama Atlit di Stadion Semeru untuk memastikan mereka tidak keluar kemanapun.

"Saya berharap mereka segera kembali ke negaranya atau mereka keluar dari Lumajang untuk berkumpul dalam satu tempat dengan jamaah tabligh yang lain dari negara lain yang lebih terkontrol," ujarnya.

Sebelumnya tim tenaga kesehatan Lumajang melakukan pemeriksaan terhadap lima orang WNA asal Bangladesh itu sebagai tindak lanjut upaya pencegahan atau antisipasi penyebaran COVID-19 dan menunda kegiatan tabligh keliling di Lumajang, kemudian menetap di tempat yang aman dengan pemantauan tim tenaga kesehatan.

Usai dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, kelima orang jamaah tablig WNA asal Bangladesh hasilnya negatif.
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020