PMI Sukabumi beri dukungan psikososial untuk keluarga positif COVID-19

PMI Sukabumi beri dukungan psikososial untuk keluarga positif COVID-19

Pengurus dan relawan PMI Kota Sukabumi, Jawa Barat saat mengunjungi warga yang salah satu anggota keluarganya terinfeksi COVID-19 untuk diberikan layanan PSP serta bantuan lainnya. (Antara/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat, memberikan pelayanan dukungan psikososial atau Psychosocial Support Program (PSP) kepada warga yang anggota keluarganya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

"Langkah ini dilakukan untuk memberikan semangat dan dukungan psikologis khususnya kepada keluarga pasien yang tidak sedikit mengalami stigma bahkan diskriminasi sosial di lingkungannya," kata Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo saat menyambangi rumah salah satu warga yang anggota keluarganya ada yang positif tertular virus corona di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Selasa (28/4).

Menurutnya, dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu atau keluarga terkhusus bagi keluarga pasien positif. Mereka perlu banyak diberikan pendekatan intensif agar keadaan psikologinya tetap stabil.

Baca juga: Sedekah APD saat Ramadhan di tengah pandemi COVID-19

Kemudian kebutuhan logistiknya pun harus tercukupi selama masa isolasi mandiri, terutama menenangkan atas berbagai isu dan informasi stigma yang beredar di masyarakat. Maka dari itu, selain memberikan pelayanan PSP, lembaga kemanusiaan terbesar di Indonesia juga mendistribusikan bantuan berupa paket sembako, hygienis kit, food kit dan paket perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Lanjut dia, kedatangannya beserta para pengurus, relawan PMI Kota Sukabumi bersama Lurah Benteng, Babinsa dan Bhabinkabtibmas Kecamatan Warudoyong ini untuk menyadarkan semua pihak dan mengedukasi masyarakat agar tidak mengucilkan jika ada warga yang anggota keluarganya tertular virus mematikan ini.

Sebenarnya yang harus dilakukan adalah memberikan dukungan moral, semangat dan membantu kebutuhannya agar tidak tenggelam dalam kesedihan, kekhawatiran dan trauma yang mendalam.

"Mereka butuh bantuan dan dukungan semua pihak termasuk masyarakat yang ada di sekitarnya dan kami pun berupaya diberikan informasi dan edukasi terkait pemahaman wabahnya, penyebaran dan penanggulangannya," tambahnya.

Baca juga: Cegah corona, Menhan serahkan 5.000 "rapid test kit" untuk Kota Bekasi

Suranto mengatakan dalam memberikan dukungan itu, pihaknya menyalurkan bantuan kepada tiga kepala keluarga (KK) dengan lokasi rumah terpisah yang merupakan hasil penelusuran berkaitan erat dengan kluster salah satu institusi di Kota Sukabumi

Sementara, Ari Hariansyah yang merupakan seorang seorang warga yang anggota keluarga terdampak COVID-19 mengatakan pasca-ada salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif. ia dan kerabat lainnya langsung menjalani rapid test yang dilakukan petugas puskesmas setempat dan hasilnya negatif.

Diakuinya, saat ini ia merasa seperti mendapat sanksi sosial walaupun hasil rapid test dinyatakan negatif, karena masih ada ketakutan di masyarakat untuk berkomunikasi dengannya dan keluarganya saat ini.

"Kami berharap masyarakat tidak ada lagi yang menstigma negatif apalagi mengucilkan, maka dari itu kami meminta kepada instansi terkait bisa memberikan pemahaman dan edukasi terkait COVID-19," harapnya. (KR-ADR)

Baca juga: 18 pasien positif COVID-19 di Karawang dinyatakan sembuh
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020