Tapanuli Selatan dan Medan paling diminati investor di triwulan I

Tapanuli Selatan dan Medan paling diminati investor di triwulan I

Pelaksana tugas Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumut, Arief S Trinugroho. (ANTARA/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Deliserdang tercatat sebagai daerah yang paling diminati investor penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk berinvestasi pada triwulan I tahun 2020.

"Ketiga daerah itu sama - sama diminati oleh investor PMA dan PMDN pada triwulan I tahun 2020," ujar Pelaksana tugas Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumut, Arief S Trinugroho di Medan, Minggu.

Menurut dia, investasi PMA terbesar pada triwulan I 2020 ada di Tapanuli Selatan sebesar Ro4,984 triliun.

Baca juga: BKPM-Kementerian Luar Negeri perkuat kerja sama genjot investasi

Kemudian terbesar kedua ada di Medan yakni sebesar Rp130,320 miliar dan Deliserdang Rp15,225 miliar.

Investasi PMDN terbesar di Medan sebesar Rp2,490 triliun, dan Tapanuli Selatan Rp370,328.miliar serta Deliserdang Rp197,440.miliar.

Dia menyebutkan, kontribusi investasi PMA dan PMDN terbesar di tiga daerah itu ataupun Sumut secara keseluruhan berasal dari sektor listrik, gas dan air, perumahan, pertambangan, industri makanan, jasa, industri logam dan perkebunan

"Harapannya semua pemerintah kabupaten/kota di Sumut bisa menggali dan mempromosikan potensi-potensi daerahnya agar investor tertarik untuk menanamkan investasinya," katanya.

Tentunya, ujar Arief, investor juga butuh komitmen dari pemerintah masing-masing daerah soal kepastian hukum berusaha .

Baca juga: Investasi di Jakarta tetap tinggi di tengah COVID-19

Arief menjelaskan, total Investasi di Sumut di triwulan I 2020 mencapai Rp9,185 triliun dengan kontribusi terbesar dari PMA sebesar Rp5, 219 triliun. Investasi PMDN sebanyak Rp3,966 ttiliun,

* Ada peningkatan realisasi investasi Sumut di triwulan I 2020 dibandingkan periode sama 2019 yang sebesar Rp5, 553 triliun," ujarnya.

 
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020