Hasil rapid test di Pasar Pangeran Antasari 49 orang reaktif

Hasil rapid test di Pasar Pangeran Antasari 49 orang reaktif

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan, HM Muslim. ANTARA/HO-Humpro Kalsel/am.

Banjarbaru (ANTARA) - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan, HM Muslim di Banjarbaru Kamis petang mengatakan  hasil rapid test kepada 245 orang pedagang, pengunjung, tukang parkir dan beberapa pihak terkait menunjukkan 49 orang reaktif.

"Tim Gugus Kota Banjarmasin yang didukung oleh Tim Gugus Provinsi Kalsel telah melakukan dua kali tes di Pasar Antasari dan hasilnya 49 orang reaktif, sehingga perlu dilakukan tes lanjutan untuk memastikan apakah mereka positif COVID-19 atau negatif," katanya.

Ia mengatakan, tim akan melakukan tes swab atau PCR, bila hasilnya positif, maka harus dilakukan karantina khusus yang telah disiapkan pemerintah provinsi atau menjalani perawatan.

Tes cepat massal tersebut dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan penelusuran, setelah ditemukan kasus warga meninggal dunia positif COVID-19 di pasar terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.

Baca juga: Menkes setujui PSBB tiga daerah di Kalsel
Baca juga: Tim Gugus: Karantina pasien COVID-19 wajib dilakukan di provinsi


Muslim mengungkapkan, hingga kini masih terjadi penambahan kasus COVID-19 di Kalsel, baik yang positif maupun yang meninggal dunia.

Seperti perkembangan kasus pada Kamis (14/5) petang, Tim Gugus Tugas Pemprov Kalsel, kembali mencatat penambahan kasus positif sebanyak 3 orang, yakni berasal dari Kabupaten Barito Kuala 1 orang dan Tapin 2 orang.

Sehingga kini total kasus COVID-19 di Kalsel menjadi 287 orang di mana sebanyak 196 orang dalam perawatan dan karantina khusus, 61 orang sembuh dan 30 orang meninggal dunia.

"Selain terjadi penambahan kasus, hari ini sebanyak tiga penderita COVID-19 juga dinyatakan sembuh yaitu, dari Tanah Bumbu 1 orang dan Kota Banjarmasin 2 orang, sedangkan penderita yang meninggal dunia 1 orang dari Kabupaten Banjar," katanya.

Baca juga: Pasien sembuh : Penderita COVID-19 jangan takut karantina
Baca juga: Tiga orang pasien COVID-19 Kalsel meninggal dunia


Tim juga mencatat, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 975 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 88 kasus.

Adapun sebaran kasus COVID-19 berdasarkan daerah, masing-masing adalah Banjarmasin 94 kasus, sebanyak 52 orang dalam perawatan, 18 orang sembuh dan 24 orang meninggal dunia.

Kabupaten Tanah Bumbu 40 kasus, dengan rincian 36 orang dalam perawatan dan 4 orang sembuh.

Kabupaten Tanah Laut 20 kasus, sebanyak 15 orang dalam perawatan dan 5 orang sembuh, Kabupaten Kotabaru 2 kasus 1 dalam perawatan dan 1 sembuh, Kabupaten Banjar 25 kasus dengan rincian 14 orang dalam perawatan, 7 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Kabupaten Barito Kuala sebanyak 43 kasus, yakni 40 orang dalam perawatan dan 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Kabupaten Tapin 19 kasus, sebanyak 18 orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 5 kasus, sebanyak 1 orang dalam perawatan 4 orang sembuh.

Kemudian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebanyak 3 kasus, 1 orang dalam perawatan dan 2 orang sembuh, Kabupaten Tabalong 6 kasus sebanyak 4 orang dalam perawatan dan 2 orang sembuh.

Kabupaten Balangan 2 kasus, yakni satu orang dalam perawatan dan 1 orang sembuh dan Kota Banjarbaru 26 kasus, sebanyak 11 orang dalam perawatan dan 15 orang sembuh.

Kabupaten Hulu Sungai Utara(HSU) sebanyak 2 kasus dalam perawatan.

Baca juga: Bahas kesiapan PSBB, DPRD undang Wali Kota Banjarbaru-Kalsel
Baca juga: Adaro serahkan 5 ambulans untuk pasien COVID-19 di Kalsel dan Kalteng
Baca juga: Satu keluarga di Banjarbaru positif COVID-19, salah satunya balita


 
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020