Kasus COVID-19 Kalsel bertambah 47 orang

Kasus COVID-19 Kalsel bertambah 47 orang

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 HM Muslim. ANTARA/HO-Humpro Kalsel

Banjarbaru (ANTARA) - Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalsel pada Sabtu petang menyebutkan, terjadi lonjakan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 47 kasus sehingga totalnya menjadi 368 kasus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 HM Muslim di Banjarbaru Sabtu petang mengatakan, lonjakan kasus tersebut, salah satunya karena tim gugus tugas terus melakukan penelusuran terhadap warga yang kontak dengan warga terkonfirmasi positif.

Penambahan kasus tersebut berasal dari Kabupaten Banjar 1 orang, Hulu Sunga Utara 2 orang, Tanah Bumbu 12 orang dan Kota Banjarmasin 32 orang.

Dari 368 kasus tersebut, sebanyak 263 orang dalam perawatan dan karantina khusus, 69 sembuh dan 36 orang meninggal.

"Selain terjadi lonjakan kasus positif, yang menggembirakan hari ini juga ada 5 orang pasien sembuh dari Kabupaten Tabalong 4 dan Kota Banjarmasin 1," katanya.

Baca juga: Hasil rapid test di Pasar Pangeran Antasari 49 orang reaktif
Baca juga: Tim Gugus: Karantina pasien COVID-19 wajib dilakukan di provinsi


Sedangkan pasien 1 orang pasien COVID-19 asal Banjarmasin meninggal dunia, walaupun tim medis membantu berjuang untuk memberikan pengobatan yang terbaik.

Adapun sebaran kasus COVID-19 berdasarkan daerah, masing-masing adalah Banjarmasin sebelumnya 104 kasus melonjak menjadi 136 kasus, sebanyak 88 orang dalam perawatan, 19 orang sembuh dan 29 orang meninggal dunia.

Kabupaten Tanah Bumbu juga mengalami peningkatan kasus cukup signifikan dari sebelumnya 40 kasus menjadi 52 kasus, dengan rincian 47 orang dalam perawatan dan 5 orang sembuh.

Kabupaten Tanah Laut sebelumnya tetap 29, sebanyak 22 orang dalam perawatan dan 7 orang sembuh.

Kabupaten Kotabaru, 3 kasus sebanyak 2 kasus dalam perawatan dan 1 sembuh, Kabupaten Banjar 32 kasus dengan rincian 20 orang dalam perawatan, 7 orang sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

Kabupaten Barito Kuala sebanyak 51 kasus, yakni 48 orang dalam perawatan dan 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Kabupaten Tapin 19 kasus, sebanyak 18 orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 5 kasus, sebanyak 1 orang dalam perawatan 4 orang sembuh.

Kemudian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebanyak 3 kasus, 1 orang dalam perawatan dan 2 orang sembuh, Kabupaten Tabalong 6 kasus dinyatakan sembuh semua.

Kabupaten Balangan 2 kasus, yakni satu orang dalam perawatan dan 1 orang sembuh dan Kota Banjarbaru 26 kasus, sebanyak 11 orang dalam perawatan dan 15 orang sembuh.

Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebanyak 4 kasus dalam perawatan.

Baca juga: Tiga orang pasien COVID-19 Kalsel meninggal dunia
Baca juga: Bahas kesiapan PSBB, DPRD undang Wali Kota Banjarbaru-Kalsel


Ia menjelaskan, saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat 979 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 89 kasus.

Menurut Muslim, Tim Gugus Tugas Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalsel melaksanakan rapid test massal di beberapa pasar tradisional di Banjarmasin dan hasilnya dari 1.361 rapid test sebanyak 129 atau 9,47 persen reaktif.

Rapid test massal yang dilaksanakan tim pada Sabtu pagi hingga siang, merupakan rapid test terbanyak.

"Rapid test yang dilakukan di sebagian besar pasar tradisional Banjarmasin hari ini, merupakan yang terbanyak. Hasilnya akan ditindaklanjuti dengan test swab," katanya.

Rapid test massal tersebut dilakukan, sebagai upaya untuk melakukan penelusuran terhadap warga yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif yang kini jumlahnya terus bertambah.

Baca juga: Satu keluarga di Banjarbaru positif COVID-19, salah satunya balita
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru ajukan usulan PSBB ke Menkes


 
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020