Kemarin, Wall Street melonjak hingga protokol kesehatan di bioskop

Kemarin, Wall Street melonjak hingga protokol kesehatan di bioskop

Dokumentasi - Seorang pria menggunakan masker berjalan di depan Gedung Wall Street saat wabah virus corona di New York, AS (13/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa. (REUTERS/LUCAS JACKSON)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Sabtu (11/7) kemarin, mulai dari Wall Street melonjak karena analisis tentang antivirus COVID-19 dan indeks Dow Jones melonjak 369,21 poin hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama memastikan protokol kesehatan di bioskop.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Wall Street melonjak, indeks Dow Jones melonjak 369,21 poin

Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena analisis positif tentang obat antivirus Gilead Sciences Inc untuk mengobati COVID-19 membantu menenangkan kekhawatiran investor atas rekor kenaikan kasus virus corona di Amerika Serikat, dan ketika saham keuangan melonjak.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 369,21 poin atau 1,44 persen, menjadi ditutup pada 26.075,30 poin. Indeks S&P 500 meningkat 32,99 poin atau 1,05 persen, menjadi berakhir di 3.185,04 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 69,69 poin atau 0,66 persen, menjadi 10.617,44 poin.

Baca selengkapnya di sini


2. OJK: penghimpunan dana program "Autogajian" ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, menegaskan bahwa program atau produk penawaran investasi berkedok penghimpunan dana publik oleh Yayasan Autogajian adalah ilegal dan berpotensi merugikan masyarakat yang menjadi anggotanya, dalam skala masif dan potensi kerugian besar.

Penegasan ini disampaikan Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Yudi Tri Wibowo saat dikonfirmasi wartawan seputar legalitas operasionwaal lembaga atau yayasan Autogajian yang saat ini diikuti banyak warga dengan nilai investasi jutaan rupiah per-keanggotaan tersebut.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Di tengah pandemi produsen baja nasional tambah investasi Rp12 triliun

Di tengah melemahnya permintaan pasar sebagai dampak pandemi COVID-19, produsen baja nasional PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) menambah investasi sebesar 850 juta dolar AS atau sekitar Rp12 triliun untuk meningkatkan efisiensi produksi dan ekspansi pasar.

"Kami ingin memastikan posisi kami semakin solid sebagai salah satu market leader dalam industri baja nasional," kata Presiden Komisaris PT GRP Tbk Tony Taniwan dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Baca selengkapnya di sini

 

4. Sebanyak 10 juta UMKM ditargetkan go digital tahun ini

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ahmad Zabadi mengatakan pemerintah telah menetapkan target digitalisasi sebanyak 10 juta UMKM
pada 2020.

Ahmad Zabadi di Jakarta, Sabtu, mengatakan digitalisasi UMKM merupakan sebuah keniscayaan.

Baca selengkapnya di sini

 

5. Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memastikan bioskop menerapkan dengan baik protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Wishnutama Kusubandio, Sabtu, mengatakan pihaknya merilis panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk sektor hotel, restoran, dan bioskop bersamaan dengan peluncuran kampanye nasional "Indonesia Care".

Baca selengkapnya di sini
 

Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020