Pengelola Tirtonadi perketat protokol kesehatan kepada pengguna jasa

Pengelola Tirtonadi perketat protokol kesehatan kepada pengguna jasa

Petugas Terminal Tirtonadi Solo mengecek suhu tubuh kru angkutan umum. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta, Jawa Tengah, memperketat penerapan protokol kesehatan kepada para pengguna jasa terminal, baik penumpang maupun kru bus.

"Kami menerapkan sanksi bagi mereka yang tidak bermasker, termasuk komunitas becak, ojek, dan petugas kami yang tidak bermasker," kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto di Solo, Selasa.

Menurut dia, sanksi yang dikenakan disesuaikan dengan kondisi setiap pelanggar mengingat kondisi pelanggar tidak selalu sama.

Baca juga: Wali Kota Surakarta: Dinyatakan zona hitam agar masyarakat waspada

"Misalnya kalau sudah sepuh, ya kami suruh baca Pancasila, kalau masih muda kami suruh 'push up'. Setelah itu kami beri penjelasan tentang pentingnya masker untuk pencegahan penularan COVID-19," katanya.

Setelah itu, dikatakannya, para pelanggar tersebut akan diberi masker secara gratis atau diarahkan untuk membeli masker di pedagang yang ada di terminal.

Baca juga: Sekabel ikut seruan "Solo Gotong Royong" tangani pandemi COVID-19

Ia mengatakan sanksi tersebut merupakan upaya untuk mendisiplinkan masyarakat sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

Apalagi, dikatakannya, dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Solo mengalami lonjakan.

"Sebetulnya kami sudah terapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari kementerian, nah karena kasusnya melonjak kami perketat, salah satunya dengan sanksi," katanya.

Baca juga: KemenPUPR: Rehabilitasi Bendung Tirtonadi kendalikan banjir Kota Solo

Sementara itu, langkah antisipasi yang dilaksanakan Terminal Tirtonadi saat ini di antaranya adalah melaksanakan pengecekan suhu tubuh dengan "thermo gun' di setiap pintu masuk, menyediakan tempat cuci tangan di setiap pintu masuk, penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat tertentu, dan pengarahan petugas untuk menggunakan masker.

Sebelumnya, terkait dengan penambahan jumlah kasus positif di Kota Solo, pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah mengkonfirmasi sebanyak 25 mahasiswa yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD dr Moewardi positif COVID-19.

Terkait hal itu, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan sepuluh dari pasien tersebut ber-KTP Solo.

Baca juga: Surakarta berinovasi normal baru dengan "Do Manuto"

 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020