Pelaku usaha di Depok mulai bangkit dengan adaptasi kebiasaan baru

Pelaku usaha di Depok mulai bangkit dengan adaptasi kebiasaan baru

Restoran Cafe 33 di Jalan Tanah Baru Depok menerapkan protokol kesehatan menjaga penularan COVID-19. (ANTARA/Foto: istimewa)

Depok (ANTARA) - Pelaku usaha di Kota Depok Jawa Barat yang terpuruk sejak merebaknya pandemi COVID-19 kini mulai bangkit kembali dengan membuka usahanya dengan protokol kesehatan yang ketat dan pola adaptasi kebiasaan baru.

Pengusaha Kota Depok yang membuka usaha makanan, minuman dan hiburan Cafe 33, H Sairi di Depok, Rabu mengatakan usahanya sempat tutup selama tiga bulan atas anjuran Pemkot Depok karena adanya penyebaran COVID-19.

"Usaha kami tutup selama tiga bulan selama PSBB dan sekarang mulai kembali operasi melayani konsumen," ujarnya.

Kini, seiring mulai dijalankannya era adaptasi kebiasaan baru, pesanan usaha di bidang hiburan dan kuliner mulai berdatangan ke tempatnya.

"Ya Alhamdullilah mulai bergeliat lagi usahanya dan Cafe 33 sudah ada yang berkunjung serta menikmati sajian kuliner kami," katanya.

Dia yakin kondisi ke depan semakin membaik, apalagi dengan sejumlah inovasi pengembangan daerah yang telah disiapkan menyambut adaptasi kebiasaan baru.

"Saya optimis bisa kembali tumbuh seperti dulu, keadaan akan semakin membaik," ujarnya.

Oleh karena itu, manajemen Cafe 33 melakukan kreatif dan berinovasi menyajikan kuliner dengan merekrut Chef yang berpengalaman untuk konsumen.

Di masa adaptasi kebiasan baru ini pihaknya tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jam operasional yang tutup sekitar pukul 20:00.

"Kami beroperasi tetap jalankan protokol kesehatan dan mematuhi aturan tersebut," katanya.

Cafe 33 memiliki konsep yang baru, yang sebelumnya berkonsep keluarga berinovasi ke kalangan milineal dengan menambahkan sarana dan prasarana yang lebih berkualitas.

"Untuk sekarang kami dengan yang dulu berbeda, dengan memadukan cita rasa dan kenyaman," katanya.

Diantaranya dengan adanya menu baru seperti ayam geprek dengan tingkat kepedasan hingga level 10, ada juga kreasi minuman segar untuk memanjakan lidah konsumen.

"Makanan dan minuman yang kami jual semua halal tidak ada yg mengandung alkohol," katanya.
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020