BPJamsostek mendorong UMKM daftar kepesertaan

BPJamsostek mendorong UMKM daftar kepesertaan

Penyerahan santunan oleh BPJamsostek kepada ahli waris salah satu peserta. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Surakarta terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendaftar kepesertaan, baik dari sisi pemilik usaha maupun pekerja.

"Sejauh ini dari sekitar 800 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta yang aktif, baru sekitar 227 UMKM yang terdaftar menjadi peserta BPJamsostek," kata Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Utama Surakarta Bambang Margono di sela penyerahan santunan kepada ahli waris salah satu pelaku UMKM, di Solo, Kamis.

Terkait hal itu, pihaknya mengimbau UMKM yang belum terdaftar menjadi peserta BPJamsostek untuk segera mendaftarkan diri.

"Cukup dengan minimal mengikuti dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran dengan tidak sampai Rp11.000/orang/bulan untuk wilayah Kota Surakarta," katanya.

Mengenai santunan yang menjadi hak peserta, katanya lagi, akan langsung diberikan jika yang bersangkutan meninggal.
Baca juga: BP Jamsostek gandeng Apindo dukung pembangunan KIT Batang

Menurut dia, hak tersebut akan langsung diberikan meskipun peserta belum lama terdaftar menjadi peserta.

Berdasarkan data, katanya pula, selama tahun 2020 BPJamsostek Surakarta telah membayarkan kasus JKM sebanyak 154 kasus dengan total santunan sebesar Rp5,9 miliar.

"Termasuk yang kami berikan saat ini, almarhum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJamsostek dan merupakan pemilik salah satu UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta, sehingga istrinya yang menjadi ahli waris berhak atas santunan Jaminan Kematian sejumlah Rp42 juta dengan rincian santunan berkala sebesar Rp12 juta, biaya pemakaman Rp10 juta, dan santunan kematian Rp20 juta," katanya.

Selain terus mendorong kepesertaan, pihaknya juga berupaya memfasilitasi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19 untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui program Pelatihan Vokasi Asik.

Pada program tersebut, belum lama ini pihaknya memberikan pelatihan kepada sebanyak 40 peserta. Untuk empat jenis pelatihan yang diberikan kepada para peserta, yaitu mekanik manufaktur, design manufaktur autocad, las listrik, serta PLC-Simulation dan Trouble Shooting.
Baca juga: BPJAMSOSTEK tempuh kebijakan tepat saat pandemi COVID-19
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020