Menhub targetkan Pelabuhan Nusa Penida rampung sebelum Juni 2021

Menhub targetkan Pelabuhan Nusa Penida rampung sebelum Juni 2021

Menhub Budi Karya Sumadi didamping Gubernur Bali Wayan Koster berkeliling meninjau lokasi pembangunan Pelabuhan Sampalan-Bias Munjul, Nusa Penida (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)

Nusa Penida (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan Pelabuhan Sampalan-Bias Munjul, Nusa Penida, Bali, dapat dirampungkan dalam waktu sembilan bulan dari saat ini atau tidak sampai melebihi Juni 2021.

"Saya minta Pak Dirjen harus selesai, jangan sampai lebih bulan Juni. Insya Allah bisa selesai dalam waktu sembilan bulan," kata Menhub Budi Karya Sumadi saat menyampaikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Sampalan dan Bias Munjul, Nusa Penida, Klungkung, Senin.

Pembangunan Pelabuhan Sampalan-Bias Munjul tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Kota Denpasar ,dengan Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Klungkung, yang berada di tenggara Pulau Bali.

Baca juga: Klungkung perketat penyeberangan ke Nusa Penida saat normal baru

Bahkan saat dirinya menyampaikan izin kepada Presiden untuk ke Bali, ujar dia, Presiden juga langsung menitipkan salam untuk masyarakat Klungkung dan masyarakat Bali.

"Bapak Presiden sangat cinta Bali. Bali adalah tujuan wisata utama. Dalam konsep pemikiran Bapak Presiden, Bali akan menjadi super hub turis tidak saja bagi Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara," ucap Menhub.

Selain itu Presiden Joko Widodo juga menitipkan pesan supaya memberikan perhatian khusus pada Bali karena akan memberikan dampak yang luar biasa bagi Indonesia.

Biaya pembangunan Pelabuhan Sampalan-Biasa Munjul tersebut dianggarkan sebesar Rp196,3 miliar dari APBN. Pembangunan Pelabuhan Sampalan membutuhkan anggaran Rp86,7 miliar dan untuk di Bias Munjul menyerap anggaran sebesar Rp119,6 miliar.

Baca juga: Pulihkan transportasi masa pandemi, Menhub cari kebijakan yang pas

Tahun depan pihaknya juga berencana memberikan bantuan kapal sehingga bagi masyarakat yang ingin bersembahyang ke Nusa Penida tidak perlu lagi angkat-angkat kain karena takut basah terkena air laut.

Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dukungan anggaran dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena itu sangat berarti bagi Bali dalam mewujudkan pembangunan darat, laut, udara secara terintegrasi dan terkoneksi.

Pembangunan pelabuhan tersebut, lanjut dia, sekaligus menjadi sejarah bagi Bali karena sejak dahulu Nusa Penida belum pernah memiliki pelabuhan.

Nusa Penida menjadi saat ini cukup terkenal di seantero dunia sebagai destinasi wisata yang unik. Dengan kemudahan akses yang ada, kata dia, pulau itu bisa menjadi roda penggerak ekonomi untuk kesejahteraan warganya.

Baca juga: Bandara Bali sambut penerbangan pembukaan kunjungan wisatawan domestik
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020