Pengamat: perlu terobosan dalam strategi pemasaran pariwisata

Pengamat: perlu terobosan dalam strategi pemasaran pariwisata

Dokumentasi - Petugas membersihkan kompleks candi Pandawa di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2020). Pihak pengelola kawasan wisata Dieng masih menutup seluruh obyek wisata sejak tangal 17 Maret 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww/aa.

Purwokerto (ANTARA) - Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan pemerintah daerah perlu melakukan berbagai terobosan dalam strategi pemasaran pariwisata yang disesuaikan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

"Strategi pemasaran pariwisata yang memiliki kebaruan di antaranya dengan menjaring wisatawan digital nomad," katanya.

Dia menjelaskan wisatawan jenis ini merupakan pekerja yang menjalankan profesinya dengan memanfaatkan media digital.

"Para profesional digital ini dalam bekerja tidak terikat pada waktu dan tempat. Mereka bisa bekerja pada pagi hari, siang, sore, bahkan sampai larut malam. Mereka juga bisa bekerja di kantor, di rumah, di cafe, hotel, restoran, atau di taman. Artinya, mereka bisa bekerja sambil berwisata atau berwisata sambil bekerja," katanya.

Baca juga: Kementerian Pariwisata dorong kebangkitan pariwisata daerah

Dia menambahkan mereka merupakan pasar wisatawan yang potensial di tengah pandemi dan adaptasi kebiasaan baru.

"Oleh sebab itu, pengusaha industri pariwisata perlu memahami karakteristik profesional digital ini untuk memasarkan dan memberikan pelayanan. Karakteristik wisatawan profesional digital adalah individual atau bersama kelompok kecil, bekerja tanpa mengenal waktu, memanfaatkan jaringan internet, dan memerlukan situasi bekerja yang tenang dan nyaman," katanya.

Dia menambahkan daerah yang memiliki destinasi wisata alam, pegunungan, maupun udara yang sejuk sangat cocok bagi wisatawan dengan karakteristik tersebut.

"Oleh sebab itu perlu disediakan banyak spot khusus bagi profesional digital ini. Ruang yang bebas dan tenang perlu disediakan, baik di hotel, cafe maupun objek wisata," katanya.

Baca juga: Bappenas sebut COVID-19 dorong pariwisata berbasis kualitas

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa kondisi di daerahnya benar-benar dijaga agar tetap sejuk, nyaman, bersih, dan aman.

"Tidak lupa, kuliner khas daerah juga perlu disajikan bagi profesional digital ini, agar ketika mereka bekerja juga dapat menikmati sensasi wisata kuliner di daerah," katanya.

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020