Siswa Indonesia raih prestasi di ajang festival seni internasional

Siswa Indonesia raih prestasi di ajang festival seni internasional

Tangkapan layar Nila Eleora Putri Sianturi siswa SMA 68 Jakarta yang berhasil meraih prestasi di ajang festival seni internasional yakni 21st International High Schools Arts Festival. (Foto Youube)

Jakarta (ANTARA) - Siswa Indonesia asal SMAN 68 Jakarta, Nila Eleora Putri Sianturi meraih prestasi di ajang festival seni internasional yakni 21st International High Schools Arts Festival.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Asep Sukmayadi mengatakan Indonesia merasa terhormat dapat mengikuti ajang festival internasional tersebut.

"Selain di bidang sains, kita harus mengembangkan bidang lainnya seperti seni budaya dan olahraga sesuai dengan prinsip olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga," ujar Asep dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Siswa Indonesia raih prestasi pada Kejuaraan Debat Pelajar Dunia 2020

Nila merupakan peraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 untuk bidang poster kategori putri.

Perhelatan 21st International High Schools Arts Festival dilaksanakan dari tanggal 5 -16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh International Foundation for Arts and Culture (IFAC).

Baca juga: Menteri LHK paparkan prestasi Indonesia dalam REDD+

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas di bidang seni, khususnya poster dan lukisan serta menambah pengalaman seni dan budaya bagi para siswa pendidikan menengah lintas negara.

Asep menuturkan kegiatan IFAC harus dipandang bukan hanya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan, memperluas jaringan, melainkan juga untuk memajukan kerja sama global dalam pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Festival yang diselenggarakan oleh pihak IFAC itu diikuti oleh 18 negara untuk kategori poster dan lukisan. Selain kategori tersebut, ada juga kategori untuk seni dan budaya Jepang.

Pada kategori poster dan lukisan, setiap negara mengirim maksimal empat nominasi karya terbaik kepada IFAC untuk kemudian dipilih satu pemenang dari setiap negara untuk hadir pada acara penganugerahan pemenang.

Mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, IFAC menyelenggarakan acara penganugerahan karya seni melalui siaran langsung di kanal YouTube.

Empat nominasi karya terbaik yang dikirim adalah merupakan pemenang dari kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 yang diselenggarakan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada bidang poster kategori putra dan putri.

Baca juga: Andhika Sudharman, cetak sejarah Indonesia di Harvard Law

Upacara penganugerahan medali kepada peserta IFAC diadakan pada tanggal 5 Agustus 2020 pukul 11.00 sampai dengan 14.00 waktu jepang melalui YouTube dan laman http://www.ihsaf.net.

"Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia dalam festival ini, apalagi ajang ini diikuti oleh berbagai negara dari beberapa benua. Walaupun kita masih dalam masa pandemi COVID-19, tetapi saya sangat senang masih bisa memiliki kesempatan untuk berprestasi dari rumah dan bisa membawa nama sekolah dan provinsi saya, apalagi mewakili Indonesia," ujar Nila.

Acara puncak yang dinantikan adalah pemberian penghargaan medali untuk para pemenang.

Masing-masing pemenang dari berbagai negara memberikan pidato selama kurang lebih satu menit untuk menjelaskan makna dari karya mereka.

Karya poster Nila menyerukan tema "Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan" (Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long). Tema tersebut memberikan makna bahwa masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak yang miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan.

"Mereka harus mengemis, mengamen, bekerja, atau mencuri untuk bertahan hidup. Banyak anak jalanan yang tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena keadaan ekonomi yang buruk. Bahkan, mereka sering menjadi korban pelecehan dan eksploitasi. Hingga yang tertindas terlindas. Itulah yang saya pikirkan ketika membuat konsep poster ini," tutur Nila.

Nila mengatakan anak jalanan memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari semua pihak. Mereka membutuhkan simpati dan berhak mendapatkannya tetapi banyak orang yang masih tidak peduli dan mengabaikan mereka.

Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat lebih peduli terhadap anak jalanan dan masa depan mereka.
 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020