TNGGP Cipanas kembali ditutup karena membludaknya pendaki

TNGGP Cipanas kembali ditutup karena membludaknya pendaki

Pintu masuk pendakian Gunung Gede-Pangrango di area Kabun Raya Cibodas di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri/am.

Cianjur (ANTARA) - Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, kembali ditutup untuk pendakian hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan seiring beredarnya video di media sosial terkait membludaknya pendaki yang disebut mencapai ribuan orang, sehingga dinilai melanggar protokol kesehatan.

Humas TNGGP Poppy Oktadiani saat dihubungi, Jumat, mengatakan pendakian ke Gunung Gede-Pangrango kembali ditutup berdasarkan SK Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terhitung 11 September 2020 karena berbagai pertimbangan seperti jumlah kuota dan penerapan protokol kesehatan yang tidak maksimal.

"Balai Besar TNGP diminta untuk segera melakukan evaluasi terkait pendakian, termasuk mencegah dan memastikan tidak ada pendaki ilegal. Evaluasi dilakukan dengan melibatkan Satgas COVID-19 Cianjur. Setelah evaluasi selesai kemungkinan pendakian dapat kembali dibuka," katanya.

Ia menjelaskan sejak kembali dibuka beberapa pekan terakhir, pihaknya memastikan tidak ada kuota pendaki yang dilanggar karena dari tiga pintu masuk pendakian dibatasi hanya 200 orang pendaki dengan total 600 orang perhari. Namun beredar dimedia sosial video yang menyebutkan pendaki di TNGGP mencapai ribuan orang.
Baca juga: TNGGP: Tak ada ribuan pendakian di Gunung Gede-Pangrango
Baca juga: Pengelola TNGGP buka masa percobaan pendakian Gunung Gede

Bahkan pihaknya membantah jumlah tersebut, namun membenarkan terkait protokol kesehatan yang kurang dipatuhi pendaki, meskipun petugas gencar mengigatkan agar mengunakan masker dan menjaga jarak banyak dilanggar. Namun pihaknya akan melakukan evaluasi selama penutupan sesuai dengan petunjuk dirjen.

Pembukaan kembali dapat dilakukan jika Balai Besar TNGP sudah mampu memastikan jumlah pendaki sesuai dengan kuota, mengantisipasi pendaki ilegal dan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Namun selama proses berjalan pendakian kembali ditutup meskipun baru beberapa pekan dibuka setelah 8 bulan ditutup untuk pemulihan dan selama pandemi.

"Mulai hari ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan pendakian kembali ditutup. Namun evaluasi segera dilakukan sesuai petunjuk dirjen," kata Poppy.
Baca juga: Balai besar TNGGP perpanjang penutupan pendakian Gede-Pangrango

Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020