Satgas minta tenaga pendidik menjadi teladan perubahan perilaku

Satgas minta tenaga pendidik menjadi teladan perubahan perilaku

Webinar ""Edukasi Perubahan Perilaku 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) di Jakarta, Jumat (18/9). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B Harmadi meminta agar tenaga pendidik seperti guru dan dosen dapat menjadi teladan perubahan perilaku bagi masyarakat.

"Kami minta agar dosen maupun guru dapat menjadi contoh perubahan perilaku, karena baik dosen maupun guru diteladani masyarakat," ujar Harry dalam webinar "Edukasi Perubahan Perilaku 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Satgas rilis rekomendasi metode kampanye Pilkada Serentak 2020

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia sedang menghadapi "perang" melawan COVID-19. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat patuh dalam menerapkan 3M.

Dalam kampanye perubahan perilaku tersebut, pihaknya melibatkan institusi pendidikan karena merupakan institusi yang berpengaruh.

"Ketua Satgas COVID-19 Letjen Doni Monardo mengatakan kalau kita bisa melakukan perubahan perilaku melalui institusi pendidikan, maka kita dapat menjangkau 150 juta penduduk Indonesia," urainya.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan perilaku adaptasi kebiasaan baru di lingkungan perkantoran tidak sepenuhnya diterapkan, yang mana 85,88 persen mewajibkan penggunaan masker, 81,91 persen menerapkan menjaga jarak, dan 81,87 persen menyediakan sarana cuci tangan.

Baca juga: Satgas: Implementasikan WFH pekerja dengan komorbid dilarang ke kantor

Sebagian besar, lanjut dia, yang patuh dengan perilaku adaptasi kebiasaan baru adalah perusahaan skala besar.

"Potensi pelibatan masyarakat dalam penanganan COVID-19 sebenarnya tinggi, karena mereka mau berperan. Berperannya tidak usah rumit-rumit, cukup dengan 3M atau protokol kesehatan pencegahan COVID-19," katanya.

Permasalahannya saat ini ada masyarakat yang patuh pada protokol kesehatan, ada yang setengah-setengah menerapkan protokol kesehatan, dan ada yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itu, perlu upaya untuk mendorong perubahan perilaku di masyarakat yang masih setengah atau tidak patuh protokol kesehatan.

Baca juga: Kemendikbud: Pandemi COVID-19 ubah pendekatan para pendidik

Baca juga: Olahraga yang jadi tren selama adaptasi kebiasaan baru


Jenis intervensi yang bisa dilakukan mulai dari insentif, hukuman, nasehat, dan dorongan. Dia memberi contoh, guru dapat memutar video mengenai 3M sebelum pembelajaran dilakukan. Begitu jika pembelajaran tatap muka, guru dapat terus menyampaikan pesan tersebut kepada siswa.

"Teladan tenaga pendidik sangat diperlukan dalam hal perubahan perilaku ini," imbuh dia.
Pewarta : Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020