Polisi periksa 10 saksi terkait penganiayaan di Pesanggrahan

Polisi periksa 10 saksi terkait penganiayaan di Pesanggrahan

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono, Senin (21/9/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Penyelidik dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan telah memeriksa 10 orang saksi terkait kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, di Jalan Bintaro Permai, Jakarta Selatan.

"Anggota Polsek Pesanggrahan dan Satreskrim masih di lapangan mencari pelakunya, untuk saksi sudah 10 orang yang diminta keterangan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono usai Operasi Yustisi di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Senin.

Budi menjelaskan, para saksi yang dimintai keterangan adalah saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian perkara.

Polisi juga mencari dan mengumpulkan alat bukti lainnya di lokasi kejadian.

"Sementara tim masih bekerja untuk melaksanakan pengembangan guna mencari pelakunya," ujar Budi.

Menurut Budi, pihaknya masih mendalami keterangan saksi-saksi dan pada keterangan awal saksi, korban bukanlah target para pelaku.

Korban yang meninggal dunia diduga hendak melerai, namun justru menjadi korban senjata tajam.

"Maka dari itu kita dalami dari korban yang memang luka yang jadi sasaran awal, nanti kita dalami," kata Budi.

Diberitakan sebelumnya, satu orang meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang di depan warung makan Jalan Bintaro Permai, Pesanggarahan, pada Sabtu (19/9) pukul 23.30 WIB.

Korban meninggal dunia bernama Toto Handoyo (59) warga Puri Kartika blok A5 No. 10 RT 001, RW 008 Tajur, Ciledug, Kota Tangerang.

Kejadian tersebut juga mengakibatkan satu korban terluka atas nama Riki Wahyudi (22) ber KTP Dusun Manis RT 001, RW 001 Luragung Tonggoh, Luragung, Kabupaten Kuningan.

Baca juga: Polisi : Korban penganiayaan di Pesanggrahan karena coba melerai
Baca juga: Satu orang tewas akibat penganiayaan di Pesanggrahan


Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020