UMS kirimkan tiga tim pada KRI 2020

UMS kirimkan tiga tim pada KRI 2020

Sejumlah mahasiswa UMS sedang melakukan simulasi robot yang diikutkan pada KRI 2020. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan mengirimkan tiga tim pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"UMS mengirimkan tiga divisi, salah satunya mengikuti Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Untuk tahun ini temanya di tengah COVID-19 ini bagaimana bisa menyemprotkan cairan disinfektan ke area-area yang sudah ditentukan arenanya," kata Kepala Bagian Penalaran dan Kreativitas UMS sekaligus pembina tim Ahmad Kholid Alghofari di Solo, Jumat.

Ia mengatakan untuk robot yang akan diikutkan pada KRPAI tersebut merupakan peenyempurnaan tahun sebelumnya yang pada saat itu sudah sampai di tingkat nasional. Selain KRPAI, dikatakannya, UMS juga akan mengikuti Kontes Robot Seni Tari Indonesia.

"Untuk tahun ini temanya Tari Enggang dari Dayak, makanya robot mengenakan pakaian adat Dayak dilengkapi masker. Sedangkan yang ketiga adalah robot tematik yang masih dalam bentuk desain," katanya.

Ia mengatakan untuk Kontes Robot Tematik Indonesia tersebut, robot tidak dilombakan dalam bentuk fisik melainkan masih dalam bentuk desain. Menurut dia, untuk desain yang diangkat oleh UMS adalah robot tersebut nantinya mampu membantu pasien COVID-19 untuk seminimal mungkin kontak fisik dengan perawat.

Baca juga: KRI 2019 Regional III di Unsoed diikuti puluhan perguruan tinggi

Baca juga: Robot terbang ITS juara pertama KRTI


Sementara itu, dikatakannya, saat ini ketiga tim tersebut sudah lolos di tahap satu dan tengah mengikuti tahap dua atau proses kesiapan. Untuk tahap dua kontes yang dilaksanakan secara daring ini dilakukan pada tanggal 24-27 September 2020.

"Untuk kesiapan ini harus memenuhi syarat dari Dikti, persiapan harus dilakukan sedetail mungkin karena ini masuk penilaian. Misalnya kalau KRPAI harus ada kamera dari atas serta provider Zoom yang berbeda. Ini untuk memastikan apa yang kami presentasikan tersebut riil, otomatis, dan robot tidak dikontrol dari luar," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya berharap tiga tim tersebut bisa memenangkan kontes hingga tingkat nasional atau memperbaiki capaian pada kontes di tahun sebelumnya. Sebagaimana diketahui, dikatakannya, pada tahun sebelumnya untuk KRPAI, tim dari UMS lolos hingga tingkat nasional dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia lolos hingga tingkat regional.

"Sedangkan untuk Kontes Robot Tematik Indonesia kami baru kali ini mengikutinya. Harapannya hasilnya juga baik," katanya.

Salah satu perwakilan mahasiswa Bima Eka mengatakan sejauh ini persiapan sudah cukup maksimal. Robot disinfektan yang akan diikutkan pada KRPAI sudah dimodifikasi termasuk sensor deteksi yang dipasangkan pada robot tersebut.

"Selain mampu menyemprotkan cairan disinfektan di ruangan-ruangan yang sudah ditentukan, di robot ini ada juga sensor api, jadi bisa mendeteksi keberadaan api. Ketika ada api dia bisa langsung memadamkan," katanya.

Baca juga: Kemenristekdikti dorong mahasiswa tekuni teknologi robot

Baca juga: Robot dome UMM akan wakili Indonesia di AS

 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020