Tokoh seni dan budaya terima Anugerah Kebudayaan Sumbar 2020

Tokoh seni dan budaya terima Anugerah Kebudayaan Sumbar 2020

Sejumlah tokoh menerima Anugerah Kebudayaan Sumbar 2020. (ANTARA/ist)

Padang (ANTARA) - Sebanyak 14 orang tokoh yang bergelut dan berperan besar dalam pengembangan bidang seni dan budaya menerima penghargaan berupa Anugerah Kebudayaan Sumbar 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti di Padang, Kamis, mengatakan penghargaan itu diberikan kepada individu, kelompok, dan/atau lembaga di Sumbar yang dinilai telah berperan dalam melestarikan dan memajukan bidang adat dan tradisi, kesenian, cagar budaya, permuseuman, perfilman, sejarah, kuliner, dan bidang kebudayaan lainnya.

Tokoh yang mendapatkan penghargaan itu menurutnya dibagi atas beberapa kategori di antaranya kategori komunitas yang diberikan kepada Nan Jombang Dance Company Komunitas Tari Kontemporer Sumatera Barat, Pelaksana kegiatan KABA FESTIVAL dan FESTIVAL TANGGAL 3 Nan Jombang setiap bulannya.

Komunitas itu dinilai berperan menjadikan tradisi dalam pengkaryaannya, selalu melibatkan komunitas tradisi, modern dan bahkan nasional dan internasional dalam berbagai kegiataannya. Nan jombang juga aktif diundang pada festival kesenian tingkat nasional dan internasional. Selain kegiatan kesenian, Nan Jombang juga aktif memfasilitasi berbagai kegiatan kebudayaan.

Kemudian Paguyuban Tionghoa Padang. Komunitas masyarakat Tionghoa Padang dinilai aktif melaksanakan kegiatan budaya seperti Padang Multikultural Festival, Festival Bakcang dan Lamang Baluo.

Kategori pencipta/pelopor/pembaru diberikan kepada Alm. Syahrul Tarun Yusuf Pencipta lagu – lagu legendaris Minangkabau modern yang sampai sekarang masih diminati oleh semua generasi.

Kemudian untuk Jamaluddin Umar yang merupakan seniman tradisi yang mempunyai banyak keahlian, penulis naskah randai, saluang pauah dan tuo silek. Beliau juga salah satu Inisiator dalam pengembangan randai di Sumatera Barat. Karya-karyanya menjadi salah satu acuan dalam pengembangan dan penulisan naskah randai di Sumatera Barat.

Alm. Pirin Asmara, pencipta dendang dan pemain rabab yang mengembangkan kesenian tradisional rabab pasisia sejak tahun 1980 dan salah satu inisiator berdirinya HIRPES ( Himounan Rabab Pesisir Selatan). Dikenal dengan keunikan di bidang suara dan penampilan bermain rabab sehingga disebut raja Rabab Pasisia.

Alm. Gusmiati Suid, koreografer tari dan pendiri Gumarang Sakti (Komunitas Tari). Beliau terkenal dengan karya tari rantak yang mengadopsi gerakan dari berbagai aliran Silek di Minangkabau. Beliau juga aktif tampil dalam berbagai event nasional dan internasioanal.

Alm. Chairul Harun. Seorang sastrawan, budayawan dan wartawan senior yang pernah mendapatkan hadiah yayasan buku utama dari Departeman Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pernah memimpin Badan Koordinasi kegiatan kesenian Indonesia BKKNI dan pernah menjadi Pimpinan Redaksi Haluan Tahun 1969-1970.

Alm. Ibenzani Usman. Penggagas lambang daerah Tuah Sakato, komponis, pendidik dan ahli seni rupa. Beliau juga dikenang lewat lagu ciptaannya seperti lagu seriosa Indonesia, lagu minang (Lintuah) dan lagu mars (Unand, ITB, Kota Padang) serta dikenang melalui karya Tugu Padang Area dan Batu Malin Kundang.

Alm. Sjafrial Arifin. Pendiri PARFI Sumatera Barat, berjasa dalam film dan sinetron alam Minangkabau. Aktif menulis puisi, prosa, drama dan skenario film, lagu dan memiliki bakat di bidang editing musik dan film.

Kemudian kategori pelestari diberikan kepada Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib. Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat, sastrawan/penyair, budayawan serta pewaris Kerajaan Pagaruyung. Beliau juga salah seorang guru besar Unand dan aktif diundang dalam berbagai kegiatan kebudayaan tingkat nasional dan internasional.

Fadlan Maalip. Pewaris Kerajaan Di Talu dengan gelar Tuanku Bosa XIV. Beliau juga sebagai pimpinan Badan Pekerja Pucuak Adat Alam Minangkabau. Disamping itu beliau dokter ahli kesehatan masyarakat. Di tingkat nasional, beliau juga aktif sebagai pengurus inti dan kegiatan raja-raja Nusantara.

Musra Dahrizal. Budayawan, seniman dan pelestari lisan petatah petitih serta menulis buku 500 pantun. Beliau juga sering diundang sebagai dosen tamu untuk University of Hawaii, Amerika serikat dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia disamping mengajar mata kuliah etnologi di UNP dan Unand.

Mas’oed Abidin Alim Ulama, Mantan Ketua MUI Sumatera Barat, Mantan Ketua Dewan Dakwah Indonesia Sumatera Barat, penulis buku – buku adat Minangkabau. Beliau juga aktif diundang pada seminar budaya dan agama baik di tingkat provinsi dan nasional.

Lalu kategori maestro diberikan pada Sofyani Yusaf. Koreografer, pencipta tari payung, tari pasambahan dan tari piring legendaris. Beliau telah menciptakan lebih dari 20 macam tarian Minangkabau yang telah di pertunjukkan di berbagai negara di dunia.

"Kita berharap tokoh-tokoh luar biasa ini akan bisa memberi inspirasi untuk generasi berikutnya," kata Gemala.

Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan Hari Jadi ke-75 Sumatera Barat pada 1 Oktober 2020 Dalam Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat.
 
Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020