HMI Jabar soroti penerapan protokol kesehatan PKL

HMI Jabar soroti penerapan protokol kesehatan PKL

Ilustrasi - Wati, pedagang kaki lima (PKL) Malioboro dengan masker dan pelindung di wajahnya menata pakaian daganganya di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, Senin (1/6/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat menyoroti penerapan protokol kesehatan bagi pedagang kali lima (PKL) yang dinilai tidak disiplin seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak serta tidak menjaga kebersihan.

"PKL merupakan salah satu kelompok masyarakat berisiko tinggi tertular atau menularkan COVID-19, karena aktivitas mereka berada di luar rumah dan kerap berinteraksi dengan warga yang datang dari berbagai daerah," kata Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabar Khoirul Anam Gumilar Winata di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, pemerintah harus lebih konsen dalam penerapan protokol kesehatan bagi PKL untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran COVID-19, apalagi seperti diketahui saat ini banyak ditemukan pasien positif tidak bergejala.

Baca juga: Pedagang kawasan kuliner Agus Salim belum maksimal laksanakan protokol

Di mana orang tersebut menyangka dirinya sehat, karena tidak merasakan gejala terserang COVID-19, namun setelah diperiksa melalui tes PCR Swab hasilnya positif, sehingga pihaknya khawatir ada diantara PKL yang positif kemudian bertemu dengan banyak orang yang akhirnya terjadi lonjakan kasus penyakit ini.

Maka dari itu, pihaknya saat ini konsen terhadap penerapan protokol kesehatan bagi pedagang kaki lima dengan cara turun langsung untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya melaksanakan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan.

"Dalam waktu dekat kami membentuk Satgas Badko HMI Jabar yang akan menjadi garda terdepan dari HMI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya PKL terkait bahaya dan cara pencegahan COVID-19," tambahnya.

Baca juga: Baguna PDIP Jatim bagikan pelindung wajah ke PKL songsong normal baru

Khoirul mengakui bahwa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan tidak semudah membalikkan telapak tangan, bahkan warga pun terlalu rileks dengan kondisi bencana non-alam ini, padahal nyawanya terancam.

Selain itu, penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan belum bisa membuat efek jera bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya dan membantu pemerintah untuk menekan jumlah penyebaran dengan melakukan berbagai aksi penyadaran masyarakat akan pentingnya melaksanakan 3M.

Seperti diketahui angka kasus baru warga yang terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia setiap harinya sekarang mencapai 4 ribu orang bahkan lebih, dengan total jumlah kematian sudah mencapai ribuan orang.

Khususnya di Jabar, pertambahan pasien baru yang terinfeksi virus ini setiap harinya terus melonjak, maka dari itu perlu kesadaran dari semua pihak agar bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

Baca juga: Cegah COVID-19, Pemkot Tangerang terus tertibkan PKL bandel
Baca juga: Pedagang kawasan kuliner Agus Salim belum maksimal laksanakan protokol

 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020