Wali Kota Bogor minta 8 RS tambah ranjang untuk pasien COVID-19

Wali Kota Bogor minta 8 RS tambah ranjang untuk pasien COVID-19

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi RS Hermina di Kota Bogor, Rabu (2/9/2020) (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta delapan rumah sakit rujukan kasus COVID-19 di Kota Bogor menambah tempat tidur bagi pasien COVID-19 guna mengantisipasi meningkatnya kasus positif COVID-19.

"Rumah Sakit PMI Kota Bogor menambah 19 tempat tidur untuk perawatan pasien kasus COVID-19," kata Bima Arya setelah mendampingi Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, mengunjungi Rumah Sakit Azra dan Rumah Sakit PMI, di Kota Bogor, Jumat.

Sebelumnya, Bima Arya juga mengunjungi Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) dan Rumah Sakit Hermina di Kota Bogor, Rabu (2/9), untuk mengecek penambahan tempat tidur dan ruang rawat pasien COVID-19.

Pada kunjungan tersebut, Bima Arya mendapat laporan RSMM sedang menyiapkan lima kamar sedangkan RS Hermina menyiapkan 15 tempat tidur, untuk perawatan pasien COVID-19.

Baca juga: Wakapolda Jabar tinjau penanganan COVID-19 di Kota Bogor

Baca juga: Bima Arya sebut klaster keluarga dan klaster perkantoran terkait erat


"Penambahan jumlah kasus positif COVID-19, jumlah pasien COVID-19 sembuh, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, dan jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia, akan mempengaruhi status zonasi Kota Bogor, yakni merah, oranye, kuning, biru, atau hijau," katanya.

Karena itu, Bima juga mengingatkan, agar rumah sakit terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperbaharui data pasien COVID-19 sehingga data COVID-19 yang disampaikan ke Satgas COVID-19 Nasional hanya satu data, tidak berubah-ubah.

Bima menambahkan tempat isolasi khusus di PPSDM BNN di Lido Kabupaten Bogor, saat ini juga telah terisi sebanyak 11 orang pasien COVID-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). "Awalnya tidak mudah mengajak pasien ke Lido, tapi Pemkot Bogor terus melakukan pendekatan," katanya.

Menurut dia, dimanfaatkannya Gedung PPSDM BNN di Lido Kabupaten Bogor, dapat mengurangi persentase tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Sementara itu, warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 25 orang lagi pada Jumat ini sehingga seluruhnya kasus positif COVID-19 di Kota Bogor menjadi 1.306 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, melalui data harian penanganan COVID-19 Kota Bogor, Jumat, mengatakan dari keseluruhan 1.306 kasus tersebut, sebanyak 897 kasus telah dinyatakan sembuh, 47 kasus meninggal dunia, serta 362 kasus masih sakit dan dalam perawatan.

Menurut Retno, kasus positif yang terkonfirmasi positif sebanyak 25 kasus, tapi ada juga kasus positif yang dinyatakan sembuh sebanyak 21 kasus, serta 1 kasus positif meninggal dunia, sehingga tambahan kasus positif dalam perawatan ada tiga kasus.

"Dengan adanya tambahan tiga kasus positif, maka kasus positif dalam perawatan saat ini 362 kasus," katanya.

Menurut Retno, berdasarkan jenis kelamin, pasien kasus positif yang sedang dalam perawatan adalah 193 kasus perempuan dan 169 kasus laki-laki.*

Baca juga: Seorang anggota positif COVID-19, DPRD Kota Bogor lakukan tes swab

Baca juga: Pemkot Bogor perpanjang PSBMK sampai 13 Oktober
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020