Polda Jambi sita 41 kilogram sabu-sabu asal Malaysia

Polda Jambi sita 41 kilogram sabu-sabu asal Malaysia

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi saat ekspose kasus 41 kilogram sabu-sabu yang disita di Jalan Lintas Timur Sumatera. (ANTARA/Nanang Mairiadi).

Jambi (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi bersama Polres Muarojambi menyita sebanyak 41 kilogram sabu-sabu asal Malaysia yang masuk melalui wilayah perairan pesisir Pulau Sumatera dan menangkap enam orang pelakunya, satu di antaranya tewas tertembak oleh petugas di lapangan.

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha dan Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto, di Jambi, Senin, mengatakan barang bukti sabu-sabu seberat 41 kilogram tersebut disita dari dua kasus dan lokasi yang berbeda, namun semuanya didapatkan saat melintasi Jalan Lintas Timur Sumatera, tepatnya di Kabupaten Muarojambi dalam sepekan terakhir ini.

"Saya apresiasi keberhasilan atas dua kasus narkoba yang berhasil diamankan dalam jumlah besar dengan enam orang pelakunya, dimana satu pelaku tewas kena tembakan karena mencoba melarikan diri," kata Firman Shantyabudi.

Pada kasus pertama yang diamankan oleh anggota narkoba Polres Muarojambi pada Rabu 30 September lalu sekitar pukul 14.30 WIB, setelah menerima informasi dari warga ada mobil jenis pick up yang berhenti di pinggir kebun sawit untuk menurunkan barang berupa dua tas besar.

Warga yang melihat kejadian itu, kemudian melaporkan kecurigaan tersebut kepada polisi, dan akhirnya berhasil disita barang bukti sabu-sabu di dalam dua tas besar sebanyak 31 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh asal Tiongkok sebanyak 31 bungkus, dengan satu bungkusnya seberat satu kilogram.

Sedangkan dari 31 kilogram sabu-sabu itu, polisi menangkap lima orang pelaku yang diamankan dari tiga unit kendaraan, yakni dua unit mobil dan satu sepeda motor yang melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera.

Lima tersangka atas kepemilikan 31 kilogram sabu-sabu tersebut adalah Zuhri (27), Rahmadani (23), Frily (21), M Daud Tanjung (19), dan Rahmad (27) semuanya warga Riau.

Sementara itu untuk 10 kilogram sabu-sabu yang disita pada Jumat 2 Oktober lalu, dengan seorang kurir bernama Agus Susanto (33) warga Keritang, Kabupaten Indra Giri Ilir, Riau yang tewas ditangkap setelah melawan dan mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap petugas yang mengejarnya.
Baca juga: Kepolisian Jambi amankan puluhan kilogram sabu di lintas Sumatera

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan, pelaku Agus Susanto ditangkap juga di Jalan Lintas Timur Sumatera tepatnya di Desa Pall 8 Bukit Tempurung, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, namun pelaku mencoba melarikan diri dan melawan petugas dengan merampas senjata api milik petugas di lapangan.

"Atas perbuatan itu, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan dan mengenai korban yang kemudian dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya tewas," kata Firman Shantyabudi.

Kini kedua kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat 41 kg terdiri dua kasus itu merupakan jaringan internasional yang berhasil digagalkan peredarannya itu sedang diungkap kasusnya untuk menggulung pelaku lainnya.

Atas perbuatan para pelaku mereka dikenakan Pasal 114 (2) dan atau 112 (2) jo Pasal 132 (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara.

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan dengan barang bukti 41 kilogram sabu-sabu yang disita tersebut kepolisian berhasil menyelamatkan sebanyak kurang lebih 200 ribu generasi muda dari korban narkoba dan kerugian negara yang diselamatkan senilai Rp41 miliar.
Baca juga: BNNP Jambi tangkap delapan anggota sindikat sabu-sabu
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020