Kekurangan dokter, Sulawesi Barat siapkan pendidikan kedokteran

Kekurangan dokter, Sulawesi Barat  siapkan pendidikan kedokteran

Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar (kiri) dan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof Dr Abdul Kadir, PhD, di Jakarta (24/10/2020) melakukan pertemuan untuk membangun pendidikan kedokteran di Sulbar. (FOTO ANTARA/M Faisal Hanapi)

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bertekad untuk membangun jurusan pendidikan kedokteran untuk mengatasi kekurangan dokter di wilayah tersebutr.

"Sulbar masih kekurangan dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan sehingga pemerintah provinsi bertekad menghadirkan pendidikan kedokteran di Sulbar," kata Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar telah melakukan pertemuan dengan pejabat di Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk tujuan membangun jurusan pendidikan kedokteran di Sulbar tersebut.

Menurut dia, dalam kunjungan ke Kementerian Kesehatan Pemrov Sulbar telah diterima Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof Dr Abdul Kadir, PhD, bersama Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dr Andi Saguni, M, Kes, dan Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Dr Wiendra Woworuntu, M,Kes.

Gubernur mengatakan Kemenkes telah menyatakan mendukung hadirnya pendidikan kedokteran di Sulbar untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di samping akan terus mendukung pembangunan sarana kesehatan di Sulbar.

"Alhamdulillah, Kementerian Kesehatan memberi persetujuan untuk pembukaan pendidikan kedokteran di Sulbar dan penerimaan mahasiswa mulai tahun akademi 2021 dengan dukungan beasiswa dari APBN, dan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya

Ia juga menyampaikan Pemprov Sulbar telah menyiapkan lahan dan persiapan infrastruktur untuk mendukung pembangunan jurusan pendidikan kedokteran pertama di daerah tersebut.

"Dukungan untuk pembukaan pendidikan kedokteran di Sulbar diberikan juga pihak Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Prof. Ir. Nizam M,Sc, dan menyetujui mendukung pendirian pendidikan kedokteran dalam mengawal kualitas pendidikan kedokteran," katanya.

Ia mengatakan telah dilakukan juga koordinasi dengan Universitas Hasanuddin Makassar untuk membuat skema dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka pendirian pendidkan Kedokteran di Sulbar.

"Pemprov Sulbar akan membentuk tim kerja untuk menyusun langkah dan strategi dalam mempersiapkan pendidikan kedokteran di Sulbar ini," demikian Andi Ali Baal Masdar.

Baca juga: Dokter spesialis mata belum ada di RSUD Regional Sulawesi Barat

Baca juga: Mahasiswa desak pemda Sulbar tuntaskan soal mundurnya 17 dokter

Baca juga: 17 dokter spesialis RSUD Sulbar mengundurkan diri
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020