Pemkab Purbalingga tunggu kajian pergerakan tanah di Kaligondang

Pemkab Purbalingga tunggu kajian pergerakan tanah di Kaligondang

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meninjau lokasi pergerakan tanah di Kaligondang. ANTARA/HO-Humas Pemkab Purbalingga/aa.

Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, masih menunggu hasil kajian setelah bencana pergerakan tanah di Desa Sidanegara, Kecamatan Kaligondang yang terjadi pada pertengahan bulan Desember 2020.

"Pemerintah Kabupaten pada saat ini masih terus berupaya mengatasi bencana ini sembari menunggu hasil kajian soal pergerakan tanah dari tim ahli dan dinas terkait," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Jawa Tengah Rabu.

Dia mengatakan di desa tersebut terdapat 22 rumah yang dihuni oleh 26 keluarga yang terdiri 83 jiwa yang terdampak bencana pergerakan tanah.

Dia mengatakan dirinya bersama unsur terkait telah meninjau secara langsung ke lokasi kejadian bencana untuk melihat perkembangan setelah kejadian pergerakan tanah.

Baca juga: Bupati Purbalingga minta warga waspadai potensi hujan lebat

Baca juga: BPBD: Pengungsi banjir Purbalingga tersebar di tiga titik


"Kepada warga yang terdampak kami meminta tetap sabar menghadapi cobaan dan tetap menjaga kesehatan. Pemkab Purbalingga akan segera mengatasi bencana ini," katanya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap para pihak yang telah memberikan bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana.

Selain itu dia juga mengatakan pihaknya akan terus menyosialisasikan mengenai pentingnya upaya mitigasi bencana pergerakan tanah guna mengurasi dampak risiko yang ditimbulkan.

"Kami meminta peran aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana serta senantiasa meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat hujan deras," katanya.

Bupati menambahkan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan guna mendukung program desa tangguh bencana.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga juga mengimbau warga di wilayah setempat untuk mewaspadai potensi banjir dan longsor menyusul peningkatan curah hujan di wilayah ini selama beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Umar Fauzi meminta warga yang tinggal di lokasi rawan seperti di perbukitan dan bantaran sungai untuk waspada.

Dia menjelaskan pada pertengahan bulan Desember telah terjadi sejumlah kejadian banjir dan longsor di wilayah Purbalingga.

Contohnya, kejadian longsor pada Ahad (13/12) di Desa Slinga dan Desa, Pagerandong Kecamatan Kaligondang yang mengakibatkan beberapa rumah warga dan ruas jalan penghubung antardesa mengalami kerusakan.

Selain itu kejadian banjir pada Senin (14/12) yang menggenangi ruas jalur alternatif yang menghubungkan Desa Penolih - Cilapar.

Beberapa kejadian bencana tersebut, kata dia, terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang cukup lama.

"Melihat kondisi tersebut maka kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat hujan deras dengan durasi yang lama karena dikhawatirkan akan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang," katanya.*

Baca juga: BPBD Banjarnegara kirim perahu karet ke lokasi banjir Purbalingga

Baca juga: Banjir landa sejumlah desa di Purbalingga
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020