Kepala Dinas Pariwisata Bantul terkonfirmasi positif COVID-19

Kepala Dinas Pariwisata Bantul terkonfirmasi positif COVID-19

Posko COVID-19 terpadu Bantul (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kwintarto Heru Prabowo terkonfirmasi positif COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan tenaga kesehatan.

"Nggih (iya), tes usap pada tanggal 25 Januari, (konfirmasi positif) dengan gejala ringan," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa saat dikonfirmasi terkait kabar Kepala Dinas Pariwisata Bantul positif COVID-19, Selasa.

Meski demikian, kata dia, pejabat eksekutif instansi pariwisata tersebut kondisinya semakin membaik setelah dilakukan pendampingan dari dokter Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul di Bambanglipuro.

Baca juga: Wakil Bupati Bantul positif COVID-19

Baca juga: Pasien COVID-19 di Bantul bertambah 146 jadi 5.443 kasus


"Kondisi sekarang baik, sudah tanpa gejala, sementara isolasi mandiri dengan pemantauan dari RSLKC, untuk tracing (pelacakan) sementara yang keluarga inti," kata Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul tersebut.

Sementara itu, guna mengendalikan penularan wabah COVID-19, Pemerintah Kabupaten Bantul mengeluarkan Instruksi Bupati Bantul Nomor 3/Instr/2021 tentang Perpanjangan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Perpanjangan pembatasan kegiatan masyarakat ini berlangsung pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

"Menginstruksikan kepada Perangkat Daerah, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN dan BUMD serta instansi swasta dan ormas, panewu (camat), lurah se-Bantul dan masyarakat untuk melaksanakan perpanjangan PTKM mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021," kata Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis.

Dalam instruksi tersebut, terdapat beberapa sektor yang dibatasi, yaitu sistem kerja perkantoran pemerintah 25 persen di kantor, 75 persen di rumah, kegiatan belajar mengajar secara daring (dalam jaringan), tempat ibadah maksimal 50 persen dari kapasitas, dan pembatasan operasional toko, resto, serta kuliner sampai pukul 20.00 WIB.

Helmi tetap mengajak masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), selalu mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, hindari kerumunan, jaga jarak, dan memakai masker apabila keluar rumah.

Baca juga: Bantul tutup sementara 25 usaha kuliner langgar prokes selama PPKM

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Bantul menyebutkan total kasus konfirmasi positif per Senin (25/1) 5.513 orang, dengan angka sembuh 4.249 orang, meninggal 151 orang, sehingga pasien COVID-19 aktif yang masih isolasi sebanyak 1.113 orang.
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021