Pertambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta sebanyak 2.939 pada Selasa

Pertambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta sebanyak 2.939 pada Selasa

Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebanyak 179.000 orang tenaga kesehatan telah melakukan vaksinasi Sinovac hingga hari Senin (26/1/2021) untuk mengejar target penyelesaian vaksin pada akhir tahun 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) - Pasien sembuh dari paparan pandemi COVID-19 di Jakarta pada  Selasa (26/1), bertambah 2.939 orang yakni dari  total 224.071 orang menjadi 227.010 orang.

Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id, Rabu,  persentase total pasien sembuh sebanyak 227.010   dibanding total kasus positif yakni 254.580  sebesar 89,2 persen atau naik dari sebelumnya 88,8 persen.

Baca juga: Dishub DKI keluarkan SK Juknis transportasi PSBB hingga 8 Februari

Jumlah total kasus positif COVID-19 di Jakarta pada Selasa ini sebanyak 254.580 kasus atau mengalami pertambahan sebanyak 2.314 kasus dari jumlah sebelumnya 252.266 kasus.

Penambahan kasus sebanyak 2.314 kasus pada hari Selasa ini, merupakan hasil dari kumulatif pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya yakni pada hari Senin (25/1) sebanyak 1.689 kasus, ditambah dengan 625 kasus dari satu laboratorium RS BUMN empat hari terakhir.

Pada tes PCR 25 Januari 2021 sendiri, memiliki rincian dilakukan tes pada 18.246 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.312 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.689 positif dan 14.623 negatif.

Baca juga: Pemkot Jakpus siapkan nakes pantau warga yang isolasi di lima GOR

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 2.314 kasus pada hari Selasa ini, paling rendah dibanding penambahan pada hari Senin (25/1) sebanyak 2.451 kasus, pada hari Minggu (24/1) sebanyak 3.512 kasus, pada hari Sabtu (23/1) sebanyak 3.285 kasus, pada hari Kamis (21/1) sebanyak 3.151 kasus, pada hari Rabu (20/1) sebanyak 3.786, pada hari Selasa (19/1) sebanyak 2.563 kasus, terlebih jika dibandingkan pertambahan pada hari Jumat (22/1) sebanyak 3.792 kasus yang merupakan penambahan tertinggi selama pandemi.

Dari data yang ada, penambahan sebanyak 3.792 kasus pada hari Jumat (22/1), juga merupakan yang paling tinggi dalam kategori temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (asli), dengan rincian sebanyak 3.619 kasus positif adalah hasil tes PCR pada hari Kamis (21/1), sementara 173 kasus lainnya berasal dari pemeriksaan di satu laboratorium RS swasta dalam jangka tujuh hari sebelumnya.

Baca juga: Sudah 158 jasad dimakamkan dengan protokol COVID-19 di TPU Bambu Apus

Sementara itu, di dalam jumlah total kasus positif sebanyak 254.580 kasus hari Selasa ini, sebanyak 23.462 orang (turun 670 dari sebelumnya 24.132 orang) di antaranya, merupakan angka pasien kasus aktif yang masih dirawat/diisolasi.

Kemudian 4.108 orang (bertambah 45 dibanding sebelumnya 4.063 orang) di antaranya, meninggal dunia, atau senilai 1,6 persen (sama seperti sebelumnya) dari total kasus positif.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Selasa ini, tercatat di angka 15,5 persen (turun dari sebelumnya 15,7 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Selasa ini, adalah sebesar 9,9 persen (sama seperti sebelumnya).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021