Pemkab Sidoarjo tutup alun-alun tekan penyebaran COVID-19

Pemkab Sidoarjo tutup alun-alun tekan penyebaran COVID-19

Warga melintas di jalan yang terpasang "Water barrier" saat penutupan jalan kawasan Alun- Alun Sidoarjo, Kamis (31/12/2020) malam ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa.

Sidoarjo (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menutup aktivitas di alun-alun dan sembilan taman di kabupaten setempat serta tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.
 
Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono di Sidoarjo Selasa mengatakan penutupan alun-alun itu sebagai salah satu bagian dari penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid 2 di kabupaten Sidoarjo berlangsung mulai tanggal 26 Januari – 8 Februari 2021.
 
"Pelaksanaannya akan lebih diperketat dibanding PPKM jilid 1. Mulai besok, Rabu (27/1) Pemkab Sidoarjo akan menutup alun-alun dan sembilan taman serta tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan termasuk tempat hiburan malam," katanya usai mengikuti rakor evaluasi PPKM dengan Gubernur Jatim via zoom.
 
Ia mengatakan, Pemkab Sidoarjo juga akan memperketat operasi yustisi terutama di perbatasan wilayah Sidoarjo.
 
Kebijakan ini, kata dia, terpaksa dilakukan karena berdasarkan hasil rapat evaluasi dengan Gubernur Jatim penyebaran COVID-19 dinilai masih tinggi.
 
"Kemudian data kematian pasien COVID-19 di rumah sakit juga tinggi. Terutama pasien yang dirawat di IGD kasus meninggal mencapai 10 persen," ujarnya.
 
Ia meminta maaf kepada warga Sidoarjo karena terpaksa harus menutup fasilitas publik seperti alun-alun yang menjadi tempat kerumunan masyarakat. Selain alun-alun sejumlah taman yang dikelola pemkab Sidoarjo seperti taman Abhirama, Taman Tanjung Puri, Taman Dwarakerta dan Taman Apkasi Porong juga ikut ditutup.
 
"Kami mohon maaf pada masyarakat dan pedagang kecil karena mulai besok alun-alun dan tempat jualan di sepanjang jalan Taman Pinang – Gading Fajar juga akan ditutup sementara sampai tanggal 8 Februari 2021," ucapnya.
Ia menyebutkan, jumlah kematian meningkat 10 persen terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di IGD.
 
"Pasien ini (yang meninggal) menunggu antrian kamar isolasi karena sudah melebihi kapasitas," ujarnya.
 
Sementara itu, Dandim 0816 Letkol. Inf. M. Iswan Nusi pihaknya bersama dengan pihak kepolisian dan Pol PP akan lebih meningkatkan operasi yustisi gabungan, terutama di wilayah perbatasan Sidoarjo seperti jalan akses masuk dari Mojokerto, Gresik dan Surabaya.
 
"PPKM jilid 2 ini akan lebih kami masifkan operasi yustisi, terutama di wilayah perbatasan. Tempat hiburan malam juga harus tutup," ujarnya.
 
Dari data yang ada, hingga hari ini jumlah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 8.790 orang dan yang sembuh sebanyak 8.036 orang serta 555 orang meninggal dunia.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo gencarkan operasi yustisi di lingkungan pabrik

Baca juga: 47 warga binaan Lapas Surabaya masuk ruang isolasi positif COVID-19

 
Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021