Batam utamakan vaksin untuk ulama jelang Ramadhan

Batam utamakan vaksin untuk ulama jelang Ramadhan

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mengutamakan vaksinasi COVID-19 untuk kalangan ulama menjelang Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

"Fokus kami ke tokoh agama dan tokoh masyarakat, karena sebentar lagi Ramadhan. Termasuk tokoh dari kalangan gereja," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Kamis.

Baca juga: 484 tokoh agama Jakarta Utara sudah jalani vaksin Covid-19

Vaksinasi untuk tokoh agama demi memberikan kekebalan komunal kepada masyarakat, agar tidak tertular virus corona saat menjalankan ibadah di biulan suci.

Apalagi, Pemkot Batam berencana mengizinkan muslim beribadah di masjid dan mushala pada Ramadhan tahun ini, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Masjid Istiqlal jadi lokasi vaksinasi massal bagi tokoh lintas agama

Ia mengatakan hingga saat ini Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam masih menjalankan vaksinasi tahap kedua untuk petugas pelayanan masyarakat, anggota Polri dan TNI serta lanjut usia.

Pemerintah kata dia mendistribusikan 40.000 dosis vaksin untuk Kota Batam, dalam distribusi termin ketiga vaksinasi tahap kedua.

Baca juga: Tokoh Agama : Vaksinasi merupakan kewajiban bukan pilihan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan dari 50.000 vaksin AstraZeneca yang didistribusikan untuk provinsi Kepulauan Riau, sebanyak 40.000 dosis di antaranya diberikan untuk warga Kota Batam.

Selain tokoh agama, pihaknya juga mengutamakan pemberian vaksin untuk guru dan aparatur sipil negara.

"Rencana kami, 40.000 dosis vaksin ini kami berikan untuk suntikan pertama semua. Karena ada banyak sasarannya," kata dia.

Menurut dia, jarak pemberian vaksin AstraZeneca dosis pertama dan kedua relatif panjang, yaitu sekitar delapan hingga 12 pekan. Sehingga pemberian dosis kedua akan menunggu pengiriman vaksin berikutnya.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021