Indonesia perlu riset kajian stok benih lobster, ini alasannya

Indonesia perlu riset kajian stok benih lobster, ini alasannya

Ilustrasi pelepasliaran benih lobster. (Dokumentasi KKP)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh Abdi Suhufan menyatakan bahwa Indonesia perlu melakukan riset kajian stok benih lobster guna mendukung wacana untuk melarang perdagangan benih lobster secara global.

"Indonesia perlu memulainya dengan melakukan kajian stok benih lobster," kata Moh Abdi Suhufan kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Abdi sepakat dengan rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahwa Indonesia perlu mempelopori gerakan internasional untuk melindungi plasma nutfah seperti lobster.

Baca juga: Penggerebekan gudang benur di Cisauk, KKP: Ini bukti ketegasan kami

Ia mengingatkan  sumber daya perikanan global makin tertekan saat ini karena faktor eksploitasi berlebih, keserakahan dan pemanasan global, sehingga keprihatinan, perlu disuarakan oleh Indonesia.

Terkait benih lobster, walaupun masih ada perdebatan tentang kelimpahan di alam dan tingkat ancaman kepunahaan, ujar dia, harus diakui sejauh ini belum ada stock assesment yang dilakukan oleh Indonesia.

"Data yang ada saat ini hanya angka perkiraan berdasarkan riset parsial oleh berbagai pihak," katanya.

Baca juga: KKP-Polri tingkatkan sinergi berantas penyelundupan benih lobster

Dengan melakukan kajian stok benih lobster yang tepat, menurut dia, maka ke depannya Indonesia bisa lebih kokoh lagi dalam menyampaikan ke dunia internasional tentang kerugian ekologi, ekonomi dan sosial dari penangkapan benih lobster, yang selama ini termasuk dari kegiatan penyelundupan.

Sebelumnya, KKP menginginkan agar dunia internasional dapat mendukung untuk melarang perdagangan plasma nutfah seperti benih lobster dalam rangka menjaga biodiversitas dalam ekosistem perairan yang ada di Indonesia.

Kepala BRSDM KKP juga mengingatkan Indonesia telah mampu menetapkan satu area wilayah pengelolaan perikanan yaitu WPP 714 sebagai sumber plasma nutfah bagi ikan-ikan unggulan dunia seperti tuna dan kerapu.

Baca juga: KKP ingin internasional larang perdagangan plasma nutfah benih lobster

 
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021